Koordinator penyaluran MBG yang juga guru di sekolah tersebut, Mufti Falah, menjelaskan soal mekanismenya.
"Pendistribusian kami lakukan secara rapelan. Meski dikemas dalam satu paket, hak setiap siswa tetap terpenuhi sesuai aturan program," ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Di sisi lain, soal kualitas dan keamanan tetap jadi perhatian utama. Paket-paket ini diproduksi langsung oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mereka memastikan standar gizi seimbang tetap terjaga, meski menyesuaikan dengan kondisi anak-anak yang sedang berpuasa.
Harapannya jelas. Di tengah suasana ibadah yang padat, program sederhana ini tetap bisa menyokong pemenuhan gizi para siswa.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Anak Kandung Diduga Curi Motor Ayahnya di Tanggamus
Gubernur Papua Barat Daya Serahkan Tiga Puskesmas Keliling Air untuk Jangkau Daerah Kepulauan
Arab Saudi Naikkan Hadiah Kompetisi Hafalan Al-Quran Jadi Rp40 Miliar
Polda Riau Gelar Lomba Lari Gratis untuk Alihkan Aktivitas Balap Liar