Bus dan kendaraan travel memang jadi prioritas. Alasannya jelas, untuk memastikan kelayakan dan keselamatan puluhan penumpang yang diangkutnya.
Secara garis besar, pengamanan Operasi Ketupat 2026 ini dijalankan lewat lima klaster. Cakupannya luas: mulai dari pengelolaan jalan tol, pengamanan jalan arteri dan nasional, penyeberangan serta simpul transportasi, tempat ibadah, hingga jalur menuju destinasi wisata. Mabes Polri sendiri sudah menyiapkan berbagai pos mulai dari pos pengamanan, pelayanan, hingga terpadu di titik-titik strategis yang sudah dipetakan.
Agus menambahkan, rangkaian survei ini belum berakhir. Puncaknya nanti akan ditutup dengan Tactical Floor Game, semacam simulasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan kerawanan di lapangan.
Soal infrastruktur, hasil koordinasi dengan kementerian dan pengelola tol menunjukkan, perbaikan yang masih berlangsung ditargetkan tuntas paling lambat H-7 Lebaran. Baik di ruas tol maupun jalan arteri.
"Kami memastikan jalan tol maupun arteri dalam kondisi siap dilalui pemudik. Ini komitmen bersama agar perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar," imbuhnya.
Pemeriksaan di check point nantinya akan dilakukan secara situasional. Tapi prioritas tetap pada angkutan umum di tol, terutama bus dan travel. Langkah ini diharapkan bisa mencegah kecelakaan dan mengurai kemacetan sejak dini.
Operasi Ketupat 2026 mengusung tagline 'Mudik Aman, Keluarga Bahagia'. Sebuah harapan sederhana: menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan untuk semua.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Yordania, Dijemput Langsung Putra Mahkota untuk Pertemuan dengan Raja Abdullah
Kapolda Riau Buka Ruang Kritik dan Perkenalkan Konsep Green Policing
Remaja Perempuan di Malang Tewas Dibunuh, Pacar Ditangkap Usai Identifikasi DNA
Imipas Longgarkan Standar Risiko Narapidana untuk Atasi Kepadatan Lapas