"Total keseluruhan ada 77 personel yang telah menjalani tes urine, dan hasilnya seluruhnya negatif dari penyalahgunaan narkoba," sambung Twedy.
Jelas sekali, langkah ini bukan sekadar formalitas. Di sisi lain, ini adalah upaya nyata menjaga integritas dan memastikan setiap orang dalam lingkungannya bersih dari barang haram. Twedy menegaskan, tes semacam ini punya tujuan ganda: mengawasi dan sekaligus mencegah.
"Pengecekan urine ini dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya anggota yang melakukan pelanggaran terkait penyalahgunaan narkoba," tuturnya.
Dan rupanya, ini baru permulaan. Kegiatan serupa akan terus berlanjut secara berkala tetap tanpa pemberitahuan. Strategi ini diyakini bisa menjadi pengawasan internal yang efektif, demi menciptakan iklim kerja yang lebih profesional dan, tentu saja, bersih.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Tiba di Yordania, Dijemput Langsung Putra Mahkota untuk Pertemuan dengan Raja Abdullah
Kapolda Riau Buka Ruang Kritik dan Perkenalkan Konsep Green Policing
Remaja Perempuan di Malang Tewas Dibunuh, Pacar Ditangkap Usai Identifikasi DNA
Imipas Longgarkan Standar Risiko Narapidana untuk Atasi Kepadatan Lapas