Dari Media Sosial ke Tindakan Nyata
Ceritanya berawal dari akun Instagram. Seorang staf sekolah mendapat ancaman lewat sana, yang kemudian dilaporkan ke pimpinan sekolah. Sekolah pun tak menunggu lama; mereka langsung menghubungi polisi.
Tak lama setelah laporan masuk, Detasemen Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya mengerahkan Unit Penjinak Bom (Jibom). Mereka datang dengan peralatan lengkap di pagi hari, menyisir setiap sudut. Ruang kelas, lab, koridor, sampai fasilitas umum lainnya diperiksa satu per satu. Hasilnya? Tak ada yang aneh. Semua bersih.
“Setiap informasi yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat pasti kami tindak lanjuti. Kehadiran Brimob untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,”
tegas Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, secara terpisah.
Proses sterilisasi berjalan ketat. Para petugas tidak menemukan benda mencurigakan atau material berbahaya sedikit pun. Lingkungan sekolah akhirnya dinyatakan aman. Kegiatan belajar-mengajar bisa berjalan lagi tanpa kepanikan yang berarti.
Setelah semua pemeriksaan rampung, tim melakukan konsolidasi. Mereka tetap siaga, mengawasi perkembangan situasi. Ancaman itu mungkin cuma hoax, tapi responsnya serius betul. Itulah yang dilakukan aparat hari ini: memastikan keamanan bukan cuma klaim, tapi kenyataan.
Artikel Terkait
Menteri Agus Andrianto Kembangkan Dapur Lapas dan Dorong Kemitraan dengan Pengusaha Lokal
KPK Jelaskan Alasan Jaksa Absen di Sidang Praperadilan Yaqut Cholil Qoumas
Banjir dan Longsor di Minas Gerais Tewaskan 20 Orang, Puluhan Hilang
Pria Pengaku Aparat Diamankan Usai Aniaya Petugas SPBU Cipinang