Sementara itu, dari kubu Amerika, Presiden Trump mengonfirmasi ancamannya lewat unggahan di Truth Social. Isinya lugas: jika AS gagal mencapai kesepakatan dengan Iran soal program nuklirnya, maka itu akan jadi "hari yang sangat buruk" bagi Iran.
Menanggapi semua ini, Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, tak tinggal diam. Dia memberi peringatan keras di Konferensi Perlucutan Senjata di Jenewa.
Begitu kata Gharibabadi, seperti dilansir AFP. Peringatannya jelas dan tegas: konsekuensi dari agresi baru tidak akan terbatas pada satu negara saja. Dan tanggung jawab, tegasnya, akan sepenuhnya berada di pundak pihak yang memulai atau mendukung aksi tersebut.
Jadi, situasinya memang memanas. Ancaman, persiapan militer, dan peringatan saling bersahutan. Dunia kini menunggu, apa langkah berikutnya.
Artikel Terkait
Jatinegara: Dari Basis Perlawanan Pangeran Jayakarta hingga Kota Satelit Batavia
Pemprov DKI Siap Renovasi Total Museum MH Thamrin Jadi Ikon Baru Jakarta
Manchester City Hancurkan Chelsea 3-0, Perburuan Gelar Premier League Makin Sengit
Chelsea Hadapi Manchester City di Stamford Bridge, Tekanan Besar untuk Perburuan Poin