"Laporannya dari Bu Lurah, evakuasi sudah berjalan cepat dan kondusif. Saya cek juga ke beberapa vila, genangannya sudah mulai hilang," jelas mantan anggota DPRD Bali itu. Meski sempat membuat khawatir, kondisi kini dilaporkan sudah lebih terkendali dan air perlahan surut.
Lalu, apa solusi jangka panjangnya? Pemerintah Kabupaten Badung berencana menormalisasi sungai untuk meningkatkan daya tampungnya. Tak hanya itu, proyek drainase dengan box culvert raksasa ukurannya sampai 2 meter akan segera dipasang di titik-titik rawan.
Beberapa lokasi yang diprioritaskan antara lain Jalan Dewi Sri IV, Pandawa, dan Campuhan. "Harapannya, dalam beberapa bulan ke depan ini sudah terpasang," kata Bagus Alit.
Dengan upaya percepatan itu, ia berharap kejadian serupa bisa diminimalisir tahun depan. "Intinya, kami ingin drainase bekerja lebih cepat. Jadi kalau ada debit air tinggi lagi, air bisa cepat diserap atau dialirkan ke Tukad Mati," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kemensos-Kemenkop Dorong 18 Juta Penerima Bansos Masuk Koperasi Desa
Ukraina Serang Stasiun Minyak Rusia di Tatarstan, Picu Ketegangan dengan Hongaria dan Slovakia
Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Ciliwung, Identitas Masih Misteri
Dua Desa di Tangerang Berubah Jadi Kampung Padel