Munafri mengakui, biaya promosi lewat eksposur media konvensional seringkali membengkak. Karena itu, kolaborasi berbasis aktivasi di Lontara dinilainya sebagai langkah yang lebih terukur. Ia pun langsung menginstruksikan pembahasan teknis lebih lanjut dengan dinas terkait. Tujuannya jelas: agar skema kerjanya sesuai regulasi dan punya dampak nyata.
“Bentuk kerja samanya nanti diatur detail dengan dinas terkait, supaya bisa dimunculkan secara konkret,” tegasnya.
Sementara itu, respons juga datang dari Kepala Dinas Kominfo Makassar, Muhammad Roem. Ia menjelaskan bahwa Lontara memang terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak, tak terkecuali PSM yang punya basis pendukung sangat besar.
Dengan animo terhadap PSM yang begitu tinggi, ia yakin ini jadi peluang saling menguatkan. Roem menyebut, Dinas Kominfo dan PSM akan segera duduk bersama membahas fitur tambahan untuk mendukung integrasi promosi klub. Harapannya, langkah ini bisa mendongkrak unduhan dan penggunaan aktif Lontara , khususnya di kalangan para boboto.
“Dengan hadirnya fitur promosi PSM, Lontara ini semakin kaya,” tutup Roem. “Bukan cuma untuk ajuan atau layanan publik, tapi juga untuk unsur sepak bola dan kebanggaan warga terhadap PSM.”
Artikel Terkait
Dua Desa di Tangerang Berubah Jadi Kampung Padel
Polsek Pinggir Salurkan 500 Nanas untuk Pakan Gajah Sumatera di PLG Sebanga
Korlantas Tinjau Kesiapan Tol Jabar Jelang Operasi Ketupat 2026
Iran Peringatkan Dampak Perang Tak Terbatas, Tegaskan Hak Balas Serangan AS