Selasa (24/2) lalu, suasana di Bapas Kelas II Ciangir, Tangerang, tampak berbeda. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, tiba-tiba menyambangi lokasi. Bukan sekadar formalitas, ia terlihat menyapa dan mengobrol langsung dengan para pegawai magang yang sedang bertugas. Agus tampak ingin mendengar langsung dari mereka, ide apa saja yang bisa membuat kinerja Bapas ini lebih baik lagi.
"Apa kerjanya di sini?" tanya Menteri Agus, membuka percakapan dengan salah satu anak magang.
"Mengelola barang persediaan, Pak. Soalnya jadi pengelola BMN (Barang Milik Negara)," jawab sang peserta dengan lugas.
Obrolan pun mengalir. Seorang peserta magang bernama Lucky, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, menyela dengan semangat. Ia menjelaskan sebuah terobosan kecil yang mereka buat: sistem penomoran surat digital.
"Sekarang di sini kami buat surat dengan penomoran menggunakan sistem, namanya Sinurat," ucap Lucky.
Sinurat, yang merupakan kependekan dari Sistem Penomoran Surat, adalah murni inovasi para magang. Menurut Lucky, sistem ini dirancang untuk mendukung tertib administrasi. Pada intinya, kerja jadi lebih efisien dan terstruktur. "Jadi menggunakan teknologi, sehingga lebih rapih dan mudah," tambahnya.
Artikel Terkait
Dua Desa di Tangerang Berubah Jadi Kampung Padel
Polsek Pinggir Salurkan 500 Nanas untuk Pakan Gajah Sumatera di PLG Sebanga
Korlantas Tinjau Kesiapan Tol Jabar Jelang Operasi Ketupat 2026
Iran Peringatkan Dampak Perang Tak Terbatas, Tegaskan Hak Balas Serangan AS