Di sisi lain, siapa saja yang bergabung dalam kecaman ini? Daftarnya cukup panjang dan mencakup negara-negara berpengaruh. Dari kawasan Timur Tengah, ada Arab Saudi dan Mesir. Dari Eropa, Prancis dan Spanyol ikut serta. Indonesia, Brasil, dan Turki juga menandatangani pernyataan bersama itu.
Dukungan bahkan datang dari organisasi internasional. Sekretaris jenderal Liga Arab dan OKI (Organisasi Kerja Sama Islam) turut mendukung, begitu pula Otoritas Palestina sendiri. Ini menunjukkan betapa seriusnya persoalan ini di mata dunia.
Realitas di lapangan memang kompleks. Tepi Barat bukan hanya rumah bagi sekitar tiga juta warga Palestina. Lebih dari setengah juta warga Israel juga tinggal di sana, menempati permukiman dan pos-pos terdepan. Menurut hukum internasional, kehadiran mereka itu ilegal.
Namun begitu, pemerintah Israel justru terlihat semakin agresif. Sejak menduduki wilayah itu pada 1967, ekspansi permukiman terus berlanjut. Pada tahun 2025 saja, mereka menyetujui 52 permukiman baru. Langkah ini jelas memperkeruh situasi dan membuat masa depan perdamaian semakin suram.
Artikel Terkait
Dana Otsus Papua Triwulan I 2026 Cair Lebih Cepat, 16 Daerah Sudah Terima
Menteri Ekraf Soroti Peran Ruang Kreatif sebagai Fondasi Ekosistem Ekraf Daerah
Kampung Padel Tangerang Bangkitkan Keramaian, Dampak Ekonomi ke Pedagang Masih Beragam
Oknum ASN BPK Ditahan, Kasus Penganiayaan ART di Bogor Masuk Tahap Pemberkasan