Yogyakarta – Sejak Ramadan tiba, suasana Pasar Tradisional Prawirotaman memang terasa berbeda. Bukan cuma keramaiannya yang bertambah, tapi juga harga beberapa komoditas. Salah satunya daging ayam ras. Kalau minggu lalu harganya masih sekitar Rp38 ribu per kilogram, sekarang sudah menyentuh angka Rp40 ribu.
Soal penyebabnya, pedagang dan pembeli sepertinya sudah bisa menebak. Permintaan melonjak tajam, sementara stok di tempat justru terbatas. Akhirnya, untuk memenuhi kebutuhan, para pedagang pun kelimpungan mendatangkan pasokan dari luar kota.
Yayuk, salah satu pedagang di sana, mengaku merasakan langsung dampaknya. Menariknya, meski harganya naik, justru makin laris saja dagangannya.
"Sebelum Ramadan, sehari mungkin jual 50 kilogram. Sekarang? Bisa tembus 70 kilogram lebih," ujarnya.
Dia dan rekan-rekannya biasanya mengandalkan suplai dari rumah pemotongan hewan di Segoroyoso, Bantul. Tapi sekarang, sumber itu saja tak cukup. Yayuk memperkirakan, tren kenaikan ini masih akan berlanjut, apalagi mendekati hari raya nanti. Meski begitu, harapannya sih sederhana: pasokan tetap lancar.
Artikel Terkait
Menteri Ekraf Soroti Peran Ruang Kreatif sebagai Fondasi Ekosistem Ekraf Daerah
Kampung Padel Tangerang Bangkitkan Keramaian, Dampak Ekonomi ke Pedagang Masih Beragam
Oknum ASN BPK Ditahan, Kasus Penganiayaan ART di Bogor Masuk Tahap Pemberkasan
Pemprov DKI Revitalisasi Anjungan TMII dengan Dana KLB Rp50 Miliar