Namun begitu, ia mengingatkan pemerintah. Harus ada kejelasan. “Mandatnya harus jelas, dan komunikasinya terbuka ke publik,” tegasnya. Selama mandat itu fokus pada perlindungan warga sipil dan misi kemanusiaan, dan tidak melenceng jadi operasi militer, maka ia menilai langkah ini konstruktif.
“Selama tidak bergeser, saya lihat ini langkah yang bagus,” kata Nurul.
Indonesia sendiri disebut memenuhi kriteria untuk tugas semacam ini. Rencananya, bakal mengerahkan hingga 8.000 personel TNI. Jumlah total pasukan gabungan ISF di Gaza nantinya sekitar 20.000 personel.
Pernyataan serupa datang dari Menteri Luar Negeri, Sugiono. Tujuan utama kita, katanya, jelas: menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak dan terlibat dalam upaya kemanusiaan. Bukan untuk berperang.
“Kami tidak akan melakukan operasi militer dengan menerjunkan pasukan ke Gaza,” tegas Sugiono pada Jumat (20/2).
“Dengan kedudukan seperti itu, kita bisa memfasilitasi tujuan awal kita mengirimkan pasukan.”
Artikel Terkait
Dishub DKI Terapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Halal Bihalal di Kota Tua
Iran Setujui Gencatan Senjata Dua Pekan, Perundingan Damai dengan AS Segera Dimulai di Islamabad
Prabowo Mundur dari Ketua Umum IPSI Setelah 34 Tahun
KPK Tangkap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam OTT Jawa Timur