Namun begitu, ia mengingatkan pemerintah. Harus ada kejelasan. “Mandatnya harus jelas, dan komunikasinya terbuka ke publik,” tegasnya. Selama mandat itu fokus pada perlindungan warga sipil dan misi kemanusiaan, dan tidak melenceng jadi operasi militer, maka ia menilai langkah ini konstruktif.
“Selama tidak bergeser, saya lihat ini langkah yang bagus,” kata Nurul.
Indonesia sendiri disebut memenuhi kriteria untuk tugas semacam ini. Rencananya, bakal mengerahkan hingga 8.000 personel TNI. Jumlah total pasukan gabungan ISF di Gaza nantinya sekitar 20.000 personel.
Pernyataan serupa datang dari Menteri Luar Negeri, Sugiono. Tujuan utama kita, katanya, jelas: menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak dan terlibat dalam upaya kemanusiaan. Bukan untuk berperang.
“Kami tidak akan melakukan operasi militer dengan menerjunkan pasukan ke Gaza,” tegas Sugiono pada Jumat (20/2).
“Dengan kedudukan seperti itu, kita bisa memfasilitasi tujuan awal kita mengirimkan pasukan.”
Artikel Terkait
Pemerintah Iran Akui Hak Demo Mahasiswa, Tentukan Garis Merah yang Tak Boleh Dilanggar
DPR Desak Pemerintah Buka Data Komitmen Impor Beras dari AS
Lapangan Padel di Cilandak Ditutup Sementara Imbas Protes Warga Soal Kebisingan
Dana Otsus Papua Triwulan I 2026 Cair Lebih Cepat, 16 Daerah Sudah Terima