Fadli Zon Dorong Warisan Budaya Jadi Penggerak Ekonomi, Bahas Borobudur hingga Venesia

- Selasa, 24 Februari 2026 | 11:00 WIB
Fadli Zon Dorong Warisan Budaya Jadi Penggerak Ekonomi, Bahas Borobudur hingga Venesia

Fadli mengungkapkan data. Saat ini Indonesia cuma punya sekitar 2.500 layar. Padahal, kebutuhan idealnya bisa mencapai 10.000 layar. Ia membuka peluang kolaborasi dengan PFN dan pihak terkait untuk membangun lebih banyak bioskop di kabupaten dan kota. Tujuannya jelas: memperluas akses dan sekaligus menguatkan industri.

Di sisi lain, ada juga pembahasan tentang Museum Naskah Proklamasi di Jakarta. Fadli punya usul: memanfaatkan gedung eks Jiwasraya di belakang kompleks museum. Dengan begitu, fungsi museum bisa diperluas dan narasi sejarah kebangsaan bisa diperkuat.

Menanggapi berbagai usulan dan pembahasan itu, Dony Oskaria dari Danantara menyatakan dukungan penuh. Terutama untuk partisipasi di Venice Biennale.

"Kita perlu menetapkan KPI dan pesan strategis yang jelas," ujar Dony.

Ia menekankan, setiap partisipasi internasional harus dikemas dengan baik dan punya indikator keberhasilan yang terukur. Barulah dampaknya akan kuat.

Soal Borobudur dan kawasan sekitarnya, Dony menegaskan komitmennya. Optimalisasi aset budaya harus jadi pengungkit ekonomi nasional dan kesejahteraan warga sekitar. Kuncinya? Pengelolaan terpadu. Itu yang akan meningkatkan daya tarik dan jumlah kunjungan, didukung pula dengan penguatan konektivitas penerbangan ke Yogyakarta.

"Borobudur dan destinasi lain harus kita manfaatkan maksimal untuk Indonesia," tegasnya. "Optimalisasi aset ini pada akhirnya untuk negara dan masyarakat."

Ia juga menyatakan kesiapan Danantara untuk mendukung koordinasi teknis pengembangan Museum Naskah Proklamasi.

Pertemuan ini menjadi langkah awal. Sinergi antara Kementerian Kebudayaan dan Danantara diharapkan bisa mendorong kebudayaan sebagai pilar ekonomi masa depan. Kolaborasi lintas sektor ini bukan cuma untuk menjaga warisan, tapi juga memperkuat kontribusinya bagi perekonomian dan posisi Indonesia di mata dunia.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, seperti Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo, beberapa direktur jenderal di kementerian, serta jajaran dari pihak Danantara.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar