Pramono tampaknya ingin menyelesaikan ini dari akarnya. Ia berjanji akan mendengarkan semua masukan dan data sebelum mengambil keputusan.
“Nanti kita dengarkan semuanya, baru kita putuskan langkah yang paling tepat,” ujarnya.
Dari balik meja rapat nanti, diharapkan lahir kebijakan yang tak hanya teoretis. Komitmennya jelas: menindak tegas pelanggaran tata ruang yang mengganggu kenyamanan publik. Namun begitu, pembangunan fasilitas olahraga seperti padel tetap bisa berjalan, asal sesuai koridor aturan yang ada. Semuanya harus dikaji secara komprehensif, tidak bisa asal main gebuk.
Langkah cepat sang gubernur ini tentu dinanti-nanti. Apakah rapat nanti akan langsung menghasilkan terobosan, atau justru menjadi awal dari pembahasan yang lebih panjang? Warga Jakarta pasti menunggu jawabannya.
Artikel Terkait
Konflik Digital SEAblings vs KNetz Jadi Alarm Bagi Soft Power Korea
Bus Transjakarta Tabrak Ojol di Gunung Sahari, Diduga Pengendara Belok Mendadak
Setahun Pimpin Semarang, Agustina-Iswar Catat Kemajuan Kesehatan dan Penurunan Kemiskinan
Kemlu Pastikan Seluruh WNI di Meksiko dalam Kondisi Baik Meski Situasi Sempat Memanas