Pramono tampaknya ingin menyelesaikan ini dari akarnya. Ia berjanji akan mendengarkan semua masukan dan data sebelum mengambil keputusan.
“Nanti kita dengarkan semuanya, baru kita putuskan langkah yang paling tepat,” ujarnya.
Dari balik meja rapat nanti, diharapkan lahir kebijakan yang tak hanya teoretis. Komitmennya jelas: menindak tegas pelanggaran tata ruang yang mengganggu kenyamanan publik. Namun begitu, pembangunan fasilitas olahraga seperti padel tetap bisa berjalan, asal sesuai koridor aturan yang ada. Semuanya harus dikaji secara komprehensif, tidak bisa asal main gebuk.
Langkah cepat sang gubernur ini tentu dinanti-nanti. Apakah rapat nanti akan langsung menghasilkan terobosan, atau justru menjadi awal dari pembahasan yang lebih panjang? Warga Jakarta pasti menunggu jawabannya.
Artikel Terkait
Kejagung Kejar Aset Riza Chalid Usai Penetapan Tersangka Baru
ITS Kembangkan Bensin Sawit Benwit sebagai Alternatif Energi Nasional
Timnas Futsal Indonesia Kalahkan Vietnam, Lolos ke Final Piala AFF 2026
FC Cincinnati Serius Incar Neymar, Komunikasi dengan Perwakilan Pemain Sudah Dibuka