Suasana salon di Desa Marisa Utara, Pohuwanto, mendadak tegang Jumat lalu. Bukan karena salah potong rambut, tapi gara-gara urusan tarif. Seorang kasir berinisial IT (25) dilaporkan menjadi korban penganiayaan oleh rekan kerjanya sendiri, seorang penata rambut berinisial JN (28). Awalnya cuma debat, tapi berujung bantingan dan tendangan.
Menurut keterangan Wakapolres Pohuwato, Kompol Heny Mudji Rahaju, kasus ini sudah dilaporkan korban.
Semua berawal dari seberapa mahal sebenarnya harga sebuah potongan rambut. Setelah JN selesai menata rambut seorang pelanggan, sang kasir, IT, meminta bayaran sebesar Rp 200 ribu. Rupanya, angka ini yang jadi masalah besar.
JN, si penata rambut, geram. Di matanya, tarif segitu terlalu murah, tidak sepadan dengan kerja kerasnya. Namun begitu, IT bersikukuh. Baginya, harga itu sudah sesuai standar yang berlaku di salon tempat mereka sama-sama bekerja. Perbedaan pendapat yang sepele ini memicu adu mulut yang kian memanas.
Artikel Terkait
GB KEK di Pulau Poto Bintan Serap Ribuan Tenaga Kerja, Jawab Isu Stagnasi
KPK Sita Belasan Juta Dolar AS di Safe House Kasus Suap Bea Cukai
Rem Blong, Truk Batu Gamping Terguling di Tanjakan Pok Cucak Gunungkidul
Cuaca Ekstrem Tewaskan 45 Orang di Afghanistan dan Pakistan