BI Sulsel Peringatkan Ancaman Inflasi Pangan Kuartal I-2026 Akibat Cuaca Ekstrem dan Hari Raya Beruntun

- Selasa, 24 Februari 2026 | 08:45 WIB
BI Sulsel Peringatkan Ancaman Inflasi Pangan Kuartal I-2026 Akibat Cuaca Ekstrem dan Hari Raya Beruntun

“Inflasi yang terjadi pada komoditas pangan di Sulsel biasanya memang paling besar pada kuartal I,” papar Rizki di Makassar, Senin (23/2/2026).

“Secara data rata-rata sejak 2021-2025, inflasi komoditas pangan pada kuartal pertama mencapai 4,76%, lebih tinggi dibanding kuartal lainnya.”

Lalu, apa yang bisa dilakukan? BI menekankan, antisipasi harus segera dirancang. Gerakan Pangan Murah (GPM) harus dijalankan secara masif dengan prinsip tepat: tepat lokasi, sasaran, waktu, dan komoditas. Fokusnya pada barang-barang penyumbang inflasi saat Ramadan-Lebaran dan yang harganya sering tembus HET, seperti beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, telur, dan gula pasir.

Namun begitu, strategi jangka pendek saja tak cukup. Rizki menambahkan, perlu upaya penguatan sistem logistik. Misalnya dengan mengoptimalkan cold storage dan membangun pabrik es mini di pelabuhan strategis untuk menjaga kesegaran ikan.

“Begitu pun dengan penerapan teknologi ozon perlu dilakukan untuk memperpanjang umur simpan hortikultura,” tuturnya.

Intinya, ancamannya nyata. Jika tidak diantisipasi dari sekarang, lonjakan harga di awal 2026 bisa benar-benar terjadi dan memberatkan masyarakat.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar