Di tengah gebyar wacana transformasi digital, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru mengingatkan soal hal yang lebih mendasar. Dari pertemuan dengan perwakilan Forum Ukhuwah Mahasiswa Sumatra (Fumas) di Istana Wapres, Jakarta, Senin (23/2/2026), pesannya jelas: pemerataan guru tak boleh ketinggalan.
Menurut keterangan Sekretariat Wapres, pertemuan itu memang membahas penguatan SDM digital. Tapi Gibran menekankan, fondasi dari semua itu adalah kesiapan dan distribusi tenaga pendidik yang merata di seluruh Indonesia. Tanpa itu, kata dia, transformasi teknologi nasional bisa timpang.
"Audiensi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kualitas SDM melalui perluasan akses pendidikan dan penguasaan teknologi di seluruh wilayah Tanah Air," ujar Wapres, seperti dikutip dari Antara.
Dukungannya terhadap inisiatif literasi AI dan kemampuan coding bagi anak muda memang tak diragukan. Namun begitu, Gibran bersikeras. Penguatan literasi teknologi harus beriringan dengan ketersediaan guru yang memadai dan merata. Dua hal ini, baginya, adalah paket yang tak bisa dipisahkan.
Ilustrasi guru. Foto- Dok Metrotvnews.com
Di sisi lain, Ketua Umum Fumas, Abdul Halim Hutabarat, mengaku Wapres punya perhatian khusus pada isu ini. Terutama soal ketimpangan di daerah-daerah terpencil.
Artikel Terkait
Lima Lembaga Intelijen yang Membentuk Peta Kekuatan Global
TAUD Ungkap Dugaan Serangan Terorganisir Melibatkan 16 Orang terhadap Andrie Yunus
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA