Hetifah Sjaifudian: Kecaman ke Alumni LPDP adalah Alarm Sosial, Bukan Serangan Pribadi

- Senin, 23 Februari 2026 | 08:50 WIB
Hetifah Sjaifudian: Kecaman ke Alumni LPDP adalah Alarm Sosial, Bukan Serangan Pribadi

"Yang menjadi fokus negara adalah apakah penerima beasiswa memenuhi seluruh kewajiban kontraktualnya, kembali, dan mengabdi sesuai ketentuan. Di situlah titik akuntabilitasnya," tutur Hetifah.

Ia menambahkan, viralnya pernyataan DS telah menyentuh sensitivitas publik. Namun, hal itu harus dipahami sebagai alarm, bukan semata-mata serangan personal.

Evaluasi dan Penguatan ke Depan

Menyusul kasus ini, Komisi X DPR telah meminta pengelola LPDP untuk melakukan evaluasi mendalam. Hetifah menyatakan bahwa perbaikan tidak boleh hanya pada syarat administratif, tetapi juga menyentuh aspek pembinaan nilai dan komitmen.

"Ke depan, yang perlu diperkuat bukan sekadar penambahan aturan yang reaktif, melainkan penguatan pembinaan nilai kebangsaan, pengawasan kewajiban pascastudi, serta transparansi kontribusi alumni kepada publik," sambungnya.

Hetifah menegaskan kembali bahwa LPDP pada hakikatnya adalah investasi jangka panjang bagi kepemimpinan dan kapasitas bangsa. Setiap rupiah yang dikeluarkan harus memberikan manfaat nyata.

"Setiap rupiah dana pendidikan harus kembali menjadi manfaat nyata bagi Indonesia, dan komitmen itu harus tercermin tidak hanya dalam kontrak, tetapi juga dalam sikap dan etika publik para penerimanya," pungkas Hetifah.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar