“Jadi salah satu yang menjadi perhatian kami adalah masalah tawuran,” kata Abdul Waras pada Rabu (18/2).
“Bagaimana anak-anak yang terlibat tawuran ini nanti akan kita ikutkan di pondok pesantren kilat.”
Harapannya tentu besar. Abdul Waras bertekad mengurangi aksi brutal yang sering merugikan lingkungan dan menimbulkan keresahan itu. Dia ingin menyentuh sisi kesadaran para remaja.
“Intinya kami ingin mengurangi niatan anak-anak kita, adik-adik kita untuk melakukan tawuran,” tegasnya.
“Karena ini sangat merugikan. Apabila adik-adik ini masih ngotot, nekat, tawuran, nanti akan kita masukan ke pondok pesantren kilat di Polres Metro Depok.”
Jadi, itulah langkah yang ditempuh. Bukan sekadar menangkap, tapi mencoba memulihkan. Hasilnya? Masih harus ditunggu. Tapi setidaknya, ada pendekatan baru yang coba dihadirkan di tengah persoalan klasik bernama tawuran pelajar.
Artikel Terkait
Pemerintah Janjikan Disiplin Anggaran, Batasi Utang di Bawah 40% PDB
Longsor Tutup Total Jalur Cadas Pangeran, Lalu Lintas Dialihkan ke Tol
Polisi Tanah Datar Periksa Kelengkapan Kendaraan Rekannya Sendiri dalam Razia
Anak di Lahat Tega Bunuh dan Mutilasi Ibu Kandung Gara-gara Tak Diberi Uang Judi