Pasar Ramadan di Kampung Muslim Wanasari Denpasar Jadi Magnet Wisatawan dan Penggerak UMKM

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:45 WIB
Pasar Ramadan di Kampung Muslim Wanasari Denpasar Jadi Magnet Wisatawan dan Penggerak UMKM

Komitmen pada Kualitas dan Kesejahteraan Bersama

Panitia tidak menerapkan seleksi ketat, namun memiliki komitmen kuat terhadap kualitas produk dan kesejahteraan bersama. Marjuki menegaskan pentingnya menjaga standar dagangan.

"Kami tidak terlalu seleksi, yang penting dia mau mengikuti arahan seperti bayar iuran mulai dari Rp35 ribu per hari dan memastikan tidak menjual dagangan yang menggunakan pemanis, pewarna, dan pengawet. Ini kami laksanakan demi mensejahterakan UMKM," ungkapnya.

Selain kebijakan tersebut, daya tarik utama pasar ini terletak pada kuliner khasnya. Salah satu yang paling dicari adalah sate susu, olahan berbahan daging sapi yang hanya muncul saat Ramadan.

Dayat Tarik yang Melampaui Agama

Keunikan kuliner dan atmosfer inilah yang menarik pengunjung dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang tidak menjalankan ibadah puasa. Seperti yang diungkapkan Kadek Yudia, warga lokal non-Muslim yang telah menjadi pengunjung setempat.

"Tahun lalu juga ke sini. Saya tidak puasa jadi ini beli sate susu, gorengan, dan jajanan manis buat di rumah saja nanti makan. Harganya juga tidak terlalu mahal, sekalian rekam-rekam situasi untuk buat konten," ucapnya.

Cerita Kadek merefleksikan fungsi lain dari Pasar Ramadan ini: sebagai ruang pertemuan sosial dan budaya. Di tengah hiruk-pikuk Denpasar, Kampung Muslim Wanasari hadir tidak hanya sebagai pusat kuliner, tetapi juga sebagai simbol kerukunan dan keberagaman yang hidup di Pulau Dewata.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar