SIDOARJO – Pagi Jumat (20/2/2026) itu, suasana di Jalan Raya Arteri Porong berubah total. Bukan lagi arena balap liar yang gaduh, melainkan lokasi penertiban besar-besaran oleh Satlantas Polresta Sidoarjo. Operasi digelar setelah polisi kebanjiran laporan warga yang resah. Hasilnya? Ratusan kendaraan disita, dan para remaja yang diduga pelaku diamankan.
AKP Yudhi Anugrah Putra, Kasat Lantas Polresta Sidoarjo, menjelaskan strateginya. Mereka sengaja menutup semua akses jalan. Tujuannya jelas: agar tak ada yang lolos.
Begitu kata Yudhi, Sabtu (21/2/2026). Menurutnya, mayoritas motor yang terjaring sudah dimodifikasi jauh dari standar. Knalpot brong, rangka dan mesin yang diutak-atik ekstrem. Semua itu jadi barang bukti.
“Kendaraan akan kami cek. Jika tidak sesuai standar, wajib dikembalikan ke bentuk semula terlebih dahulu sebelum bisa diambil,” tegasnya.
Tak berhenti di situ. Proses tilang bakal dijalankan. Para orang tua pun dipanggil ke Mako Polresta untuk menjemput anak-anak mereka. Yang menarik, remaja yang diamankan ternyata tak cuma dari Sidoarjo. Ada yang dari Surabaya, Pasuruan, bahkan Mojokerto. Semua motor langsung diangkut pakai truk ke Mako, sementara para remaja menjalani pendataan dan pembinaan.
Artikel Terkait
BPK Mulai Audit LKPD Bangka Belitung, Fokus pada Belanja Barang dan Proyek
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Picu Kenaikan Harga BBM
Persib Waspadai Bali United yang Berangkat dengan Moral Tinggi ke GBLA
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Mark-up Harga Minyak 2008-2015