MURIANETWORK.COM - Seorang perempuan warga negara asing (WNA) viral karena mengamuk di sebuah musala di Dusun Gili Trawangan, Lombok Utara, NTB. Insiden yang terekam video itu terjadi pada malam pertama Ramadan, diduga dipicu karena ia merasa terganggu suara tadarusan warga. Menanggapi hal ini, Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan mengutamakan sikap saling menghormati guna menjaga suasana bulan suci.
Imbauan MUI untuk Menjaga Kerukunan
Amirsyah Tambunan menekankan pentingnya mengedepankan kedamaian, terutama di bulan Ramadan. Menurutnya, cara menyampaikan sesuatu harus dilakukan dengan bijak dan arif, bukan dengan emosi.
Ia juga menggarisbawahi bahwa masyarakat yang menjalankan tadarus perlu menjaga ketertiban agar aktivitas ibadah menciptakan rasa aman dan persahabatan, bukan keresahan.
Syiar Ramadan dan Nilai Toleransi
Lebih lanjut, Amirsyah menyoroti bahwa lantunan ayat suci di bulan Ramadan merupakan bagian dari syiar keagamaan. Namun, pelaksanaannya tentu perlu mempertimbangkan lingkungan sekitar.
Artikel Terkait
Bigmo Minta Maaf Langsung kepada Azizah Salsha, Akhiri Konflik Hukum
Surabaya Blokir Layanan Publik bagi Mantan Suami Lalai Bayar Nafkah
Prabowo Targetkan Antrean Haji Lebih Singkat, Siapkan Terminal Khusus di Arab Saudi
Polda Sumsel Kembalikan 497 Kendaraan Hasil Ungkap Kasus Curanmor