Gus Umar Soroti Pilpres 2024: Anies Beri Nilai 11 untuk Prabowo, Gibran Disebut "Produk Obrak-abrik Konstitusi"
Dinamika politik pasca Pilpres 2024 masih terus jadi bahan perbincangan hangat. Kali ini, Gus Umar Hasibuan, seorang aktivis Nahdlatul Ulama, kembali angkat bicara. Kritiknya kali ini menyasar dua hal: apresiasi Anies Baswedan ke Prabowo Subianto dan legitimasi Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
Menurut Gus Umar, ada hal yang menarik sekaligus mengganjal dari sikap Anies. Di satu sisi, mantan Gubernur DKI itu sudah menunjukkan kelapangan dada. Bahkan, dia memberi nilai 11 dari skala 10 untuk Prabowo. Tapi, di sisi lain, hubungan keduanya sepertinya belum sepenuhnya cair.
"Pilpres 2024, Anies kasih Prabowo nilai 11. Tapi sampai sekarang kok kelihatannya Prabowo masih kesel ke Anies?"
Begitu pertanyaan retoris yang dilontarkan Gus Umar lewat pernyataan yang beredar di media sosial, Senin (26/1/2026).
Namun begitu, sorotannya tak berhenti di situ. Gus Umar lalu mengalihkan perhatian ke sosok Gibran. Ia mempertanyakan bagaimana publik seharusnya menilai figur wapres yang, dalam pandangannya, lahir dari proses yang tak mulus.
"Kalian kasih nilai berapa ke Gibran sebagai wapres, yang lahir dari proses obrak-abrik konstitusi ini?"
Sindirannya jelas dan terdengar keras. Bagi Gus Umar, polemik perubahan aturan main menjelang pemilu itu bukan hal sepele. Itu akan menjadi catatan kelam sejarah demokrasi kita. Legitimasi seorang pemimpin, tegasnya, tak cuma dilihat dari angka kemenangan di kotak suara. Tapi juga dari proses yang dilaluinya. Apakah proses itu jujur, adil, dan menghormati aturan dasar negara?
Reaksi warganet pun beragam. Ada yang bersorak, menganggap kritik ini sebagai bentuk koreksi yang diperlukan agar kekuasaan tak lepas kendali. Tapi tak sedikit pula yang mengelus dada. Mereka menilai pernyataan seperti ini justru bisa memicu api lama yang belum padam, memperpanjang suasana polarisasi yang sudah cukup melelahkan.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari tim Prabowo Subianto maupun Gibran Rakabuming Raka. Isu ini masih mengambang, menunggu apakah akan ada jawaban ataukah hanya akan tenggelam dalam hiruk-pikuk politik lainnya.
Artikel Terkait
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta
Kuasa Hukum Jusuf Kalla Sebut Ada Gerakan Terpola di Balik Pemotongan Video Ceramah Mati Syahid
IHSG Terus Terkoreksi ke 7.072, Sinyal Rebound Jangka Pendek Mulai Terlihat
KPK Endus Oknum Klaim Bisa Atur Perkara di Kasus Korupsi Bea Cukai