Memahami Makna dan Ketentuan Waktu Imsak
Penerapan waktu imsak di Indonesia kerap menimbulkan pertanyaan. Secara syariat, batas akhir untuk makan dan minum sahur adalah tepat saat terbit fajar shadiq, yang ditandai dengan masuknya waktu salat Subuh. Lantas, apa dasar menetapkan imsak lebih awal?
Merujuk pada penjelasan dari Kementerian Agama, penetapan waktu imsak sekitar 10 menit sebelum Subuh bukanlah untuk memajukan waktu mulai puasa. Ini lebih merupakan bentuk kehati-hatian (ihtiyath) dan ikhtiar untuk melestarikan sunnah agar umat Islam tidak terjerumus ke dalam waktu yang diragukan (syak).
Dalam hal ini, para ulama memang memiliki pandangan yang beragam. Sebagian berpendapat bahwa ketika waktu Subuh sudah sangat dekat, sebaiknya seseorang menghentikan santap sahurnya untuk menghindari keraguan.
Namun, ada juga ulama yang membolehkan makan dan minum selama masih berada dalam waktu syak, asalkan benar-benar berhenti saat yakin fajar telah terbit. Penetapan waktu imsak, dengan demikian, berfungsi sebagai pengingat dan "katup pengaman" yang bijaksana dalam menjalankan ibadah puasa.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kecam Serangan Israel di Lebanon Usai Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Oscar Pensiun Dini Usai Didiagnosis Gangguan Jantung
Anggota DPR Kritik Penyelesaian Mediasi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Unissula
Kejagung Tarik Kajari Karo dan Tim Jaksa Usai Vonis Bebas Amsal Sitepu