MURIANETWORK.COM - Sejumlah warga yang terdampak banjir bandang di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menjalani sahur pertama Ramadan 1447 Hijriyah di tenda pengungsian. Mereka menyantap makanan yang disiapkan dari dapur umum, sebuah situasi yang mengingatkan pada perjuangan mereka pascabencana yang melanda wilayah itu akhir November tahun lalu.
Dapur Umum Jadi Penopang di Pengungsian
Di Posko Bencana yang berlokasi di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, aktivitas pagi buta itu terlihat penuh semangat meski dalam kesederhanaan. Para penyintas, yang sebagian besar berasal dari Desa Huta Godang dan Garoga, berdatangan membawa wadah masing-masing untuk mengambil hidangan sahur. Selain mengandalkan dapur umum, beberapa keluarga juga terlihat memanfaatkan peralatan seadanya untuk memasak di sekitar tenda tempat mereka berlindung.
Kenangan Nyaman di Rumah Sendiri
Bagi Marlan Hutauruk, momen sahur tahun ini terasa sangat berbeda dan mengharukan. Bencana yang datang beberapa bulan silam telah merenggut tempat tinggalnya, memaksanya untuk menjalani ibadah di bulan suci di lokasi pengungsian.
"Kalau dahulu lebih nyaman tentunya sebab kami berada di rumah sendiri, sekarang kondisi kami seperti ini," ungkapnya dengan perasaan haru, sambil berbagi santap sahur bersama istri dan sesama warga yang satu nasib.
Pengalaman Marlan merefleksikan kondisi ratusan keluarga lainnya yang hingga kini masih berjuang memulihkan kehidupan. Mereka tetap menjalankan kewajiban agama dengan penuh ketabahan, meski di tengah keterbatasan fasilitas dan kerinduan akan rumah yang hilang diterjang banjir.
Artikel Terkait
Truk Beras Terperosok di Kalimalang Picu Macet Parah, Sopir Diduga Tak Fit
Persib Kokoh di Puncak Usai Kalahkan Semen Padang 2-0 Berkat Dua Gol Ramon Tanque
Dua Tukang Parkir Ditangkap Usai Aniaya Marbot 90 Tahun di Bandar Lampung
Fenjiu, dari Kemenangan di San Francisco 1915 hingga Apresiasi Global Masa Kini