Di sisi lain, ada beberapa hal spesifik yang diharapkan para mahasiswa. Permias ingin pemerintah lebih memperhatikan aspek keamanan dan perlindungan bagi WNI di AS. Konektivitas dengan dunia kerja juga jadi perhatian. Isu-isu ini sejalan dengan fokus Permias yang selama ini mengedepankan perlindungan WNI dan upaya hilirisasi riset.
Mereka juga berharap Presiden bisa meluangkan waktu untuk berdialog langsung. Sekedar bertukar pikiran tentang hal-hal yang jadi keprihatinan mereka di perantauan.
Agenda Presiden di AS cukup padat. Setibanya Selasa siang waktu setempat, Prabowo dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan kelompok pebisnis AS pada Rabu (18/2). Lalu, ada konferensi tingkat tinggi Dewan Perdamaian Gaza di hari Kamis. Puncaknya adalah pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump. Dalam pertemuan itu, rencananya akan ditandatangani perjanjian perdagangan timbal balik yang negosiasinya telah berjalan sejak 2025.
Dalam penerbangan dari Jakarta, Presiden didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Sekarang, tinggal menunggu hasil dari serangkaian pertemuan penting itu.
Artikel Terkait
Pasukan Israel Hancurkan 17 Kamera Pengawasan PBB di Lebanon Selatan
Dua Remaja Jogja Bacok Saat Duel Gladiator Syarat Keluar dari Geng Motor
Presiden Prabowo Cium Bayi Prajurit TNI Gugur di Lebanon Saat Beri Penghormatan Terakhir
Trump Ultimatum Iran: Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Neraka