MURIANETWORK.COM - Dhaka, Bangladesh, memasuki babak baru pemerintahan. Tarique Rahman, pemimpin Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), secara resmi dilantik sebagai Perdana Menteri pada Selasa (17 Februari 2026). Pelantikan ini menandai kembalinya BNP ke tampuk kekuasaan setelah kemenangan telak partai tersebut dalam pemilihan parlemen pekan lalu, sekaligus mengakhiri periode pengasingan panjang Rahman.
Warisan Politik dan Tantangan Berat di Depan Mata
Di usia 60 tahun, Tarique Rahman bukanlah sosok baru dalam peta politik Bangladesh. Ia adalah putra dari dua figur sentral: mendiang Presiden Ziaur Rahman dan mantan Perdana Menteri Khaleda Zia. Kembalinya dari pengasingan dan naiknya ke posisi puncak negara terjadi dalam situasi yang penuh tantangan. Tugas utama yang menantinya adalah memulihkan stabilitas politik yang sempat terguncang, membangun kembali kepercayaan investor global, dan menghidupkan sektor-sektor industri kunci, terutama garmen, yang menjadi tulang punggung ekonomi negara.
Periode transisi menuju pemilihan ini sebelumnya diisi oleh pemerintahan sementara yang dipimpin oleh peraih Nobel perdamaian, Muhammad Yunus.
Artikel Terkait
Lebih dari 55 Siswa Keracunan, BGN Tangguhkan Dapur Makan Bergizi Gratis di Pondok Kelapa
Polisi Lacak Pelaku Insiden Senggol dan Rebut Kunci di Tol Kemayoran
Gubernur Pramono Soroti Peran Muhammadiyah dalam Modernisasi Tradisi Halal Bihalal
Lebih dari 45% Perusahaan Transportasi Rusia Sudah Gunakan AI, Regulasi Masih Tertinggal