Tarique Rahman Resmi Dilantik sebagai Perdana Menteri Bangladesh

- Rabu, 18 Februari 2026 | 00:00 WIB
Tarique Rahman Resmi Dilantik sebagai Perdana Menteri Bangladesh

MURIANETWORK.COM - Dhaka, Bangladesh, memasuki babak baru pemerintahan. Tarique Rahman, pemimpin Partai Nasionalis Bangladesh (BNP), secara resmi dilantik sebagai Perdana Menteri pada Selasa (17 Februari 2026). Pelantikan ini menandai kembalinya BNP ke tampuk kekuasaan setelah kemenangan telak partai tersebut dalam pemilihan parlemen pekan lalu, sekaligus mengakhiri periode pengasingan panjang Rahman.

Warisan Politik dan Tantangan Berat di Depan Mata

Di usia 60 tahun, Tarique Rahman bukanlah sosok baru dalam peta politik Bangladesh. Ia adalah putra dari dua figur sentral: mendiang Presiden Ziaur Rahman dan mantan Perdana Menteri Khaleda Zia. Kembalinya dari pengasingan dan naiknya ke posisi puncak negara terjadi dalam situasi yang penuh tantangan. Tugas utama yang menantinya adalah memulihkan stabilitas politik yang sempat terguncang, membangun kembali kepercayaan investor global, dan menghidupkan sektor-sektor industri kunci, terutama garmen, yang menjadi tulang punggung ekonomi negara.

Periode transisi menuju pemilihan ini sebelumnya diisi oleh pemerintahan sementara yang dipimpin oleh peraih Nobel perdamaian, Muhammad Yunus.

Upacara Pelantikan yang Penuh Makna

Rahman menjalani upacara pengambilan sumpah di Plaza Selatan Jatiya Sangsad Bhaban, gedung parlemen nasional. Pemilihan lokasi ini menarik perhatian karena menyimpang dari tradisi yang biasanya menyelenggarakan acara serupa di Bangabhaban, kediaman resmi presiden. Di bawah langit terbuka, Presiden Mohammed Shahabuddin memimpin prosesi sakral tersebut.

Upacara itu dihadiri oleh tokoh-tokoh politik senior, jajaran diplomat, serta pejabat tinggi sipil dan militer. Kehadiran perwakilan dari sejumlah negara sahabat, termasuk Tiongkok, India, dan Pakistan, turut menyemarakkan acara bersejarah ini.

Kemenangan Pemilu dan Peta Politik yang Berubah

Kemenangan BNP dalam pemilu pekan lalu memang cukup meyakinkan. Partai tersebut berhasil mengamankan mayoritas dua pertiga kursi parlemen, sebuah mandat kuat yang tidak mereka rasakan selama hampir dua dekade. Hasil pemilu juga mencatat fenomena lain dengan bangkitnya partai Islamis Jamaat-e-Islami.

Partai ini, yang baru saja boleh kembali berkompetisi setelah larangan pada 2013 dicabut pasca-lengsernya pemerintahan Sheikh Hasina pada 2024, berhasil memenangkan 68 kursi angka yang disebut-sebut sebagai rekor bagi mereka.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar