Toronto Bagi Liam Millar, Piala Dunia 2026 lebih dari sekadar turnamen. Itu adalah bukti nyata bahwa dia berhasil bangkit dari masa-masa terberat dalam kariernya.
Setelah berjuang melawan cedera ACL yang mengancam segalanya, pemain sayap timnas Kanada itu kini bisa menatap optimis ke ajang akbar di tanah airnya sendiri. Perjalanannya kembali ke lapangan hijau, ternyata, tak lepas dari peran sentral pelatih Jesse Marsch.
Ya, dukungan Marsch-lah yang disebut Millar sebagai kunci pemulihannya. Saat cedera parah menghampiri pada Oktober 2024 dan memaksanya absen hampir setahun, tekanan mental yang muncul bisa dibilang sama beratnya dengan fisik. Di titik itulah, sang pelatih kepala timnas Kanada hadir dengan cara yang berbeda.
Marsch bukan cuma memantau dari jauh. Dia rajin berkomunikasi, bahkan mengundang Millar ke rumahnya sendiri. Sebuah pendekatan yang sangat personal di luar tugas resmi seorang pelatih.
"Ia adalah sosok yang luar biasa, tidak hanya sebagai pelatih tetapi juga sebagai manusia," ungkap Millar dalam wawancara eksklusif bersama FIFA.
Bagi Millar yang berusia 26 tahun, sikap Marsch itu menunjukkan sebuah pemahaman mendasar: di balik jersey, pesepak bola tetaplah manusia biasa yang punya sisi rapuh. Dukungan moral itulah yang kemudian membangun kembali kepercayaan dirinya, butir demi butir, hingga siap berlaga lagi.
Kembalinya Millar tentu jadi angin segar untuk skuat Kanada. Sebagai salah satu pemain yang sudah merasakan atmosfer Piala Dunia 2022 di Qatar, ambisinya kini lebih besar. Apalagi, kali ini Kanada jadi tuan rumah. Salah satu laga yang paling dia tunggu? Pertemuan melawan Swiss di fase grup.
Ada ikatan emosional di sana. Millar pernah membela FC Basel selama tiga musim, sehingga duel melawan mantan "rumah"-nya di Swiss pasti punya rasa spesial.
"Bermain di Piala Dunia di negara sendiri adalah sesuatu yang bahkan tidak berani saya impikan saat masih kecil. Ini kehormatan besar," tutur pemain kelahiran Toronto itu.
Di sisi lain, perjalanan menuju kebugaran penuh memang tak mulus. Setelah pulih dari ACL, dia sempat diterpa cedera hamstring ringan. Tapi Millar meyakinkan bahwa kondisinya sekarang semakin baik. Fokusnya kini adalah mendapatkan banyak menit bermain agar benar-benar siap tempur saat musim panas nanti tiba.
Buat penggemar sepak bola Kanada, kembalinya Millar dalam performa terbaiknya tentu membawa harapan baru. Dan di bawah arahan Jesse Marsch yang dikenal suportif, mimpi untuk melampaui capaian di Qatar serta meninggalkan warisan bagi sepak bola Amerika Utara, terasa semakin nyata untuk diwujudkan.
Disusun dari berbagai sumber.
Artikel Terkait
Kebakaran Apartemen di Manlleu Tewaskan Lima Remaja
TNI AL Amankan Kapal Diduga Angkut Nikel Ilegal di Perairan Sulawesi
Jadwal Salat Surabaya 18 Februari 2026: Imsak Pukul 04.06 WIB
Gempa Magnitudo 5 Guncang Perairan Selatan Sulawesi Utara