Rabu besok, umat Muslim di Arab Saudi akan memasuki bulan Ramadan. Pengumuman resmi datang dari Mahkamah Agung setempat, yang menyatakan hilal penentu awal bulan suci itu telah berhasil terlihat.
Artinya, puasa Ramadan 1447 Hijriyah di sana dimulai tanggal 18 Februari. Seperti biasa, dari terbit fajar hingga matahari terbenam, umat Islam akan menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa. Ini jadi penanda dimulainya bulan penuh refleksi dan kebersamaan itu.
Namun begitu, di Indonesia ceritanya berbeda. Pemerintah kita, melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama, memutuskan hal lain.
Sidang yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, itu dipimpin langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Hasilnya? Awal Ramadan justru ditetapkan jatuh sehari setelah Arab Saudi.
Artikel Terkait
Banjir Demak Rendam 8 Desa, 2.839 Warga Mengungsi Akibat Tanggul Jebol
Iran Ancam Serang Pangkalan AS dan Sekutu di Teluk Jika Pasukan Tak Ditarik
Perwira Polisi di Jambi Didemosi Usai Kurir Sabu 58 Kg Kabur dari Ruang Penyidikan
Andre Rosiade Gelar Turnamen Padel Gratis untuk Dorong Olahraga Keluarga