Bagi Menag, perbedaan penentuan awal Ramadan sebenarnya hal yang wajar. Sudah sering terjadi. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk tidak mempersoalkannya berlebihan.
“Jadikan perbedaan itu sebagai suatu konfigurasi yang sangat indah,” katanya, dengan nada tenang. “Indonesia sudah berpengalaman berbeda, tapi tetap utuh dalam persatuan yang indah.”
Pesan itu jelas: kerukunan lebih penting daripada keseragaman tanggal. Sekarang, tinggal menunggu bagaimana masyarakat menyikapinya nanti.
Artikel Terkait
Pemerintah Percepat Fasilitas Kesehatan Penunjang IKN di Penajam Paser Utara
Gubernur DKI: Ukhuwah Islamiyah Bisa Cegah Perang Berkepanjangan di Timur Tengah
Politisi Desak Penegakan Hukum atas Intimidasi Petugas Kebersihan di Cengkareng
Cuaca Panas Ekstrem Ancam Kesehatan, Waspadai Panas Dalam hingga Heatstroke