Nuansa putih dan kuning memenuhi Istora Senayan, Jumat malam itu. Ribuan kader berkumpul, merayakan ulang tahun partai mereka yang ke-61. Suasana riuh rendah itu mendadak berubah menjadi sorak-sorai ketika Presiden Prabowo Subianto tiba di lokasi, tepatnya pukul 19.16 WIB.
Ia datang dengan penampilan sederhana namun mencolok: kemeja putih bersih dan kopiah hitam. Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, setia mendampingi langkahnya. Begitu turun dari mobil, Prabowo langsung disambut oleh Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia. Jabat tangan hangat, senyum, lalu ia pun larut dalam lautan kader yang bersemangat.
Acara malam itu jelas bukan sekadar seremoni biasa. Kehadiran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka semakin menguatkan kesan itu. Dari kursi pimpinan, terlihat pula sejumlah wajah familiar lainnya.
Ketua DPR Puan Maharani dan Ketua DPD Sultan Najamuddin tampak hadir, menandai pentingnya momen ini. Tak ketinggalan, deretan menteri dari Kabinet Merah Putih juga memenuhi undangan. Mulai dari Mensesneg Prasetyo Hadi, Menkum Supratman Andi Agtas, hingga Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, semua hadir.
Puncak peringatan HUT kali ini diwarnai dengan nuansa khidmat. Setelah sambutan-sambutan, acara inti justru dimulai dengan doa bersama. Suara ribuan orang menyatu, memohon berkah untuk partai dan tentu saja bangsa. Usai doa, gema lagu Indonesia Raya mengisi seluruh sudut Istora, mengingatkan semua yang hadir tentang ikatan yang lebih besar di luar warna partai.
Malam itu di Senayan, politik terasa punya dua sisi: gegap gempita penyambutan dan heningnya refleksi dalam doa.
Artikel Terkait
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta
Kuasa Hukum Jusuf Kalla Sebut Ada Gerakan Terpola di Balik Pemotongan Video Ceramah Mati Syahid
IHSG Terus Terkoreksi ke 7.072, Sinyal Rebound Jangka Pendek Mulai Terlihat
KPK Endus Oknum Klaim Bisa Atur Perkara di Kasus Korupsi Bea Cukai