Di sisi lain, Wamendagri ini juga menyoroti satu hal krusial: pentingnya menyelaraskan konsep besar ini dengan dokumen perencanaan tata ruang yang ada, seperti RDTR. Ia mengingatkan agar visi "Green Island" jangan cuma jadi wacana, tapi betul-betul masuk dalam perencanaan resmi pemda.
Bima menyatakan kesiapannya untuk membantu, termasuk membuka jalur koordinasi dengan kementerian lain. Tapi semua itu, ujarnya, harus didukung soliditas tim di daerah. "Keberhasilan kepala daerah sangat ditentukan oleh kekompakan dan semangat tim," katanya.
Tak cuma infrastruktur, aspek sosial dan karakter masyarakat juga jadi perhatiannya. Menurut Bima, desain kawasan yang bagus harus berjalan beriringan dengan penguatan sosial warga. Ia juga mengingatkan agar momentum ini jangan sampai terlewat. Antusiasme wisatawan yang mulai tumbuh harus diimbangi dengan percepatan pembenahan. Kekhawatirannya jelas: kalau pembenahan lambat, tingginya ekspektasi bisa berujung pada kekecewaan.
"Ini momentum. Kalau enggak [dijaga], bisa lewat," tutur Bima.
"Saya lihat antusiasmenya mulai [terbangun], cuma nanti ketika turis-turis banyak kecewa ke sini, mereka enggak balik lagi kan?"
Artikel Terkait
Komnas HAM Terima 12 Laporan Ancaman Usai Kasus Penyegelan Aktivis KontraS
UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Picu Tsunami Kecil di Sembilan Titik
Kazakhstan Resmi Miliki Konstitusi Baru Usai Referendum Dukungan Mayoritas