Di acara kelulusan kemarin, Dicoding Indonesia mengumumkan kabar baik: Program Asah akan kembali digelar dalam beberapa bulan ke depan. Ini bukti komitmen mereka untuk terus memperluas pendidikan teknologi yang inklusif dan berkelanjutan.
CEO Dicoding Indonesia, Narenda Wicaksono, angkat bicara. Menurutnya, Program Asah membuktikan satu hal: talenta digital unggul bisa datang dari mana saja. Mayoritas peserta dari kota kecil jadi penegas bahwa ketika akses dan kesempatan dibuka merata, potensi luar biasa bisa muncul.
"Kolaborasi Dicoding dengan Accenture membantu menjembatani kesenjangan keterampilan serta membangun talenta berkualitas tinggi yang dibutuhkan untuk transformasi digital Indonesia," tegasnya.
Di sisi lain, Managing Director AI and Data Indonesia Accenture, Budiono, punya penekanan lain. Lewat Program Asah, mereka nggak cuma bekali mahasiswa dengan keterampilan teknologi mutakhir seperti AI.
Yang juga ditekankan adalah pola pikir, ketangguhan, dan kesiapan profesional untuk berkembang di era AI. "Investasi pada talenta muda saat ini merupakan kunci bagi daya saing Indonesia di masa depan," pungkas Budiono.
Artikel Terkait
Oknum TNI dan Polisi Bentrok dengan Pengunjung Kafe di Toraja
MK Tegaskan BPK Satu-Satunya Lembaga Berwenang Tetapkan Kerugian Negara
Gubernur Jatim Minta Pengawasan Ketat untuk Program Makan Bergizi Gratis
SeaBank Catat Laba Bersih Rp678,4 Miliar, Naik 79% Sepanjang 2025