DAVANGERE - Bagi banyak warga di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, hal sederhana seperti mendapatkan air bersih masih jadi perjuangan sehari-hari. Pasca bencana, sumur-sumur mereka tak lagi bisa diandalkan. Tertimbun lumpur, tak layak pakai.
Abdul Ghani, salah seorang penyintas, mengaku kini hidupnya bergantung pada bantuan. "Ada orang lain kadang dia kasih air bersih, sikit dia kasih," ujarnya. Namun begitu, ia bersyukur. "Alhamdulillah beberapa kali saya jumpa PMI, selalu dia kasih dua tong tiga tong dia kasih."
Pria berusia 69 tahun itu bercerita kepada ANTARA, Senin lalu. Air yang didapatkannya itu ia pakai untuk segala keperluan mendasar: mencuci beras, minum, hingga berwudhu.
Cerita serupa datang dari Muammar Reza Pahlevi. Nasibnya tak jauh berbeda. Sumurnya pun masih penuh endapan lumpur, sehingga pasokan dari PMI jadi satu-satunya harapan. Ia berharap ada perhatian lebih. "Ini kan secara berangsur, mulai sama-sama semua pihak pemerintah sama-sama saling berkolaborasi," katanya.
Artikel Terkait
Oknum TNI dan Polisi Bentrok dengan Pengunjung Kafe di Toraja
MK Tegaskan BPK Satu-Satunya Lembaga Berwenang Tetapkan Kerugian Negara
Gubernur Jatim Minta Pengawasan Ketat untuk Program Makan Bergizi Gratis
SeaBank Catat Laba Bersih Rp678,4 Miliar, Naik 79% Sepanjang 2025