MURIANETWORK.COM - UD IMPACT, sebuah perusahaan konsultan ESG (Environmental, Social, and Governance), baru-baru ini meluncurkan forum dialog "MAJU:ON Dialogue on Entrepreneurship, Powered by AI". Forum ini merupakan hasil kemitraan strategis dengan SK Innovation E&S dan bertujuan menjembatani komunikasi antara pemerintah, pelaku industri, dan para startup inovatif di Indonesia, khususnya yang bergerak di bidang energi dan keberlanjutan lingkungan.
Membangun Jembatan antara Inovasi dan Kebijakan
Dialog ini dirancang untuk lebih dari sekadar diskusi biasa. Forum ini berfungsi sebagai ruang strategis untuk membangun pemahaman dan kepercayaan antara para pembuat kebijakan dengan perusahaan-perusahaan rintisan. Tujuannya jelas: memastikan bahwa inovasi teknologi yang dikembangkan startup selaras dengan prioritas pembangunan nasional, termasuk kontribusi terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Kehadiran SK Innovation E&S sebagai mitra industri utama membawa perspektif praktis dari garis depan transisi energi dan inovasi berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, berbagai pihak berkesempatan untuk berbagi visi. Para startup unggulan dapat mempresentasikan solusi mereka yang relevan dengan kebijakan publik, sementara perwakilan pemerintah mendapat ruang untuk menyampaikan harapan serta masukan secara langsung. Pendekatan semacam ini diharapkan dapat menyelaraskan gerak langkah ekosistem startup dengan kebutuhan riil pembangunan di Tanah Air.
Komitmen untuk Ekosistem Kewirausahaan Indonesia
CEO UD IMPACT, Jeongheon Kim, menegaskan posisi strategis Indonesia dalam peta global perusahaan mereka. Ia menyoroti potensi besar yang dimiliki oleh generasi muda negeri ini.
"Melalui MAJU:ON Indonesia 2025, kami menyaksikan secara langsung potensi luar biasa dan semangat inovasi generasi muda Indonesia," tutur Jeongheon Kim. "Bersama mitra seperti SK Innovation E&S, kami berkomitmen mendukung para wirausahawan secara intensif di setiap tahapan, agar mereka tidak hanya siap tumbuh di pasar lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global," tegasnya.
Artikel Terkait
Komnas HAM Terima 12 Laporan Ancaman Usai Kasus Penyegelan Aktivis KontraS
UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Gempa M 7,6 Guncang Bitung, Picu Tsunami Kecil di Sembilan Titik
Kazakhstan Resmi Miliki Konstitusi Baru Usai Referendum Dukungan Mayoritas