Harga Ayam Kampung di Pasar Terong Makassar Meroket Menjelang Ramadan

- Senin, 16 Februari 2026 | 14:30 WIB
Harga Ayam Kampung di Pasar Terong Makassar Meroket Menjelang Ramadan

MURIANETWORK.COM - Harga ayam di Pasar Terong, Makassar, menunjukkan tren kenaikan beberapa hari menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pantauan di lapangan mengungkap kenaikan paling tajam dialami oleh ayam kampung, sementara ayam potong juga mengalami peningkatan dan ayam ras cenderung lebih stabil. Kenaikan ini terjadi meski aktivitas pembelian di pasar tradisional tersebut masih terbilang sepi.

Lonjakan Harga Ayam Kampung

Pada Selasa (16/2) siang, suasana Pasar Terong belum menunjukkan keramaian khas jelang Ramadan. Di tengah hiruk-pikuk itu, harga ayam kampung ukuran besar telah meroket menjadi Rp170 ribu per ekor. Untuk ukuran yang lebih kecil, pedagang mematok harga Rp125 ribu per ekor. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan posisinya sepekan sebelumnya, yang masih berkisar di Rp130 ribu untuk ukuran besar sebelum akhirnya naik bertahap.

Kondisi berbeda terlihat pada ayam ras, yang harganya masih bertahan di angka Rp65 ribu per ekor. Sementara itu, ayam potong dijual dengan kisaran Rp55 ribu hingga Rp65 ribu, tergantung pada bobotnya yang berkisar antara 1,8 hingga 2 kilogram.

Faktor di Balik Fluktuasi Harga

Menurut pengamatan pedagang di lapangan, kenaikan harga ini bukan semata-mata dipicu oleh momentum Ramadan. Salah seorang pedagang, Daeng Enal, mengonfirmasi bahwa tren kenaikan telah berlangsung sejak awal Februari, dengan pola yang berbeda untuk setiap jenis ayam.

“Februari ini naik harga memang, ayam potong, ayam kampung, kecuali ayam ras tetap memang,” tuturnya.

Ia melanjutkan penjelasan bahwa stabilitas harga ayam ras sangat bergantung pada kelancaran pasokan dari daerah penghasil seperti Sidrap. Ketersediaan stok yang melimpah mampu menahan harga di level saat ini.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar