Pertama, ada Kelompok Umur yang terdiri dari 10 kelas. Kategori ini menjadi tulang punggung acara, dimulai dari kelas paling bergengsi seperti Kelas 3 Tahun Derby dengan jarak 1.600 meter, hingga kelas untuk kuda muda seperti Kelas 2 Tahun Pemula, dan kelas untuk kuda Thoroughbred baik dari dalam maupun luar negeri.
Kedua, adalah Kelompok Ketinggian yang mencakup 8 kelas. Kategori ini lebih berfokus pada jarak tempuh, mulai dari lomba ketahanan di Kelas Terbuka (2.000 meter) hingga balapan sprint berkecepatan tinggi di kelas-kelas jarak pendek seperti 1.000 meter.
Langkah Awal Menuju Ambisi Global
Gelaran di Semarang ini hanyalah pembuka. Jateng Derby 2026 merupakan seri pertama dari delapan rangkaian seri IHR yang dijadwalkan sepanjang tahun. Tema besar "Race for the Global Stage" yang diusung bukan sekadar slogan, melainkan cermin ambisi nyata para penyelenggara dan penggiat olahraga berkuda nasional.
Dari lapangan, terlihat upaya serius untuk menaikkan standar penyelenggaraan, baik dari segi profesionalisme, kualitas balapan, maupun pengalaman bagi penonton. Tema ini menegaskan semangat kolektif untuk membentuk pacuan kuda Indonesia tidak hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai sebuah sportainment modern yang berprestasi dan kompetitif di kancah internasional.
Artikel Terkait
Atap PAUD Ambruk di Pandeglang, Laporan Revitalisasi Sebelumnya Tak Digubris
Kebakaran Diduga Korsleting Hanguskan Ruang Guru SD di Bogor, Ujian Ditunda
BMKG Catat 422 Gempa Susulan Usai Gempa M 7,6 di Bitung
Gempa M 5,2 Guncang Maluku Utara, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami