IDX BUMN 20 Tunjukkan Ketahanan, Melonjak 5,23% di Tengah Koreksi IHSG

- Minggu, 15 Februari 2026 | 18:15 WIB
IDX BUMN 20 Tunjukkan Ketahanan, Melonjak 5,23% di Tengah Koreksi IHSG

MURIANETWORK.COM - Indeks IDX BUMN 20 menunjukkan ketahanan yang mengesankan di tengah tekanan pasar awal tahun 2026. Hingga penutupan perdagangan Jumat, 13 Februari 2026, indeks yang menghimpun 20 saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) unggulan itu tercatat menguat 5,23% year-to-date (YtD) ke level 400,99. Kinerja ini tampil kontras dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru terkoreksi 5,03% dalam periode yang sama.

Kontributor Utama Penguatan Indeks

Analisis mendetail mengungkapkan, penguatan indeks didorong secara signifikan oleh beberapa saham pelat merah. PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) muncul sebagai motor penggerak utama, dengan kontribusi bobot positif yang mencapai 51% terhadap pergerakan IDX BUMN 20. Saham perusahaan tambang anggota holding MIND ID itu ditutup pada harga Rp4.050 per saham di akhir pekan.

Posisi pendukung kuat berikutnya diisi oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) dengan bobot 15,53%. Sektor perbankan BUMN juga menjadi penopang penting, dengan kontribusi dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sebesar 8,76%, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) 7,19%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) 6,67%, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) 5,17%.

Analisis Ketahanan di Tengah Volatilitas

Para analis pasar modal melihat kinerja IDX BUMN 20 ini bukanlah suatu kebetulan. Abida Massi Armand, analis dari BRI Danareksa Sekuritas, menilai ketahanan indeks ini bersumber dari karakteristik emiten anggotanya yang memiliki skala usaha besar dan likuiditas tinggi.

"Pada saat tekanan pasar meningkat hingga sempat terjadi trading halt, saham-saham BUMN 20 cenderung terkoreksi lebih dangkal dibandingkan saham konglomerasi," jelasnya.

Pandangan senada diungkapkan oleh Sukarno Alatas, Senior Analyst Kiwoom Sekuritas. Menurutnya, sifat defensif indeks ini muncul karena komposisinya yang didominasi sektor-sektor fundamental seperti perbankan, telekomunikasi, energi, dan infrastruktur, yang kinerjanya relatif stabil.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar