Karakteristik Racun yang Digunakan
Epibatidine adalah senyawa yang sangat langka dan kuat. Racun ini secara alami hanya dihasilkan oleh katak panah beracun di hutan Amerika Selatan. Para ahli mencatat bahwa katak yang dipelihara dalam penangkaran tidak memproduksi racun ini, sehingga memperkuat kesimpulan bahwa zat tersebut diperoleh dan digunakan melalui cara yang sangat tersentralisasi dan canggih.
Koalisi negara-negara Eropa itu bersikukuh dengan kesimpulan mereka. "Epibatidin dapat ditemukan secara alami pada katak panah beracun di alam liar di Amerika Selatan. Katak panah beracun yang dipelihara di penangkaran tidak menghasilkan racun ini dan racun ini tidak ditemukan secara alami di Rusia. Tidak ada penjelasan yang masuk akal atas keberadaannya di tubuh Navalny," papar Cooper lebih lanjut.
Warisan Perjuangan Navalny
Alexei Navalny, aktivis antikorupsi berusia 47 tahun yang menjadi wajah oposisi paling vokal di Rusia, meninggal secara mendadak di dalam penjara pada Februari 2024. Kematiannya mengejutkan dunia dan memicu gelombang kecaman internasional. Ini bukan kali pertama nyawanya menjadi target; pada 2020, ia selamat dari upaya pembunuhan menggunakan agen saraf Novichok, yang membuatnya harus dirawat di Jerman sebelum akhirnya ditangkap saat kembali ke tanah airnya.
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengenang tekad Navalny. "Saya melakukan apa pun yang diperlukan untuk membela rakyat kita, nilai-nilai kita, dan cara hidup kita dari ancaman Rusia dan niat membunuh Putin," ujarnya, menegaskan komitmen untuk melanjutkan perjuangan melawan ancaman yang diwakili oleh rezim tersebut.
Artikel Terkait
Menteri Hukum Serahkan 146 Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual di Klungkung
Presiden Prabowo Kembali dengan Komitmen Investasi Rp 575 Triliun dari Jepang dan Korea
Megawati Serahkan 126 Sertifikat HKI untuk Lindungi Karya Seni dan Budaya Bali
Ekonom Sarankan Alihkan Subsidi BBM untuk Percepatan Elektrifikasi Hadapi Risiko Geopolitik