Pemerintah Terbitkan Pedoman Pembelajaran Adaptif Selama Ramadan 2026

- Minggu, 15 Februari 2026 | 08:00 WIB
Pemerintah Terbitkan Pedoman Pembelajaran Adaptif Selama Ramadan 2026

Libur bersama Idulfitri ditetapkan pada dua periode: 16-20 Maret dan 23-27 Maret 2026. Momen ini diharapkan dimanfaatkan peserta didik untuk mempererat silaturahmi. Kegiatan pembelajaran normal baru akan kembali dimulai pada 30 Maret 2026.

Implementasi kebijakan ini memerlukan koordinasi yang solid. Pemerintah daerah dan kantor Kemenag setempat bertugas menyelaraskan perencanaan. Di tingkat operasional, kepala sekolah diminta melakukan penyesuaian, seperti mengurangi intensitas kegiatan fisik berat, memperkuat asesmen formatif, dan memberikan perhatian khusus kepada anak berkebutuhan khusus serta peserta didik yang berisiko tertinggal.

Keamanan aset sekolah selama libur juga harus dijaga, disertai penyediaan kanal pelaporan bagi orang tua terkait keselamatan anak.

Peran Krusial Orang Tua dan Kolaborasi

Surat edaran secara khusus menyoroti peran orang tua atau wali, terutama selama fase pembelajaran mandiri. Peran tersebut meliputi pendampingan anak dalam penguatan literasi dan karakter, pengaturan penggunaan gawai yang bijak, mendorong partisipasi dalam kegiatan sosial-keagamaan, serta melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, dan praktik pernikahan dini.

Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sinergi tiga pihak merupakan kunci keberhasilan.

“Kami mengajak seluruh pemerintah daerah, satuan pendidikan, dan orang tua untuk bersinergi. Ramadan harus menjadi ruang pendidikan karakter yang kuat, sekaligus memastikan hak belajar anak tetap terpenuhi secara optimal,” tegasnya.

Dengan kerangka kebijakan ini, diharapkan Ramadan 2026/1447 H dapat dijalani dengan tertib dan penuh makna, mendukung terwujudnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga kokoh dalam akhlak dan kepedulian sosial.

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar