Solusi Komprehensif dari Hulu ke Hilir
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, memaparkan bahwa program ini dirancang sebagai solusi menyeluruh. Bantuan yang disediakan sangat beragam, disesuaikan dengan kondisi spesifik masyarakat.
“Untuk MBR yang sudah memiliki lahan tetapi belum mampu membangun rumah, kami bekerja sama dengan BKK BPR melalui program Omah Lestari. Ini menjadi solusi nyata agar masyarakat bisa memiliki rumah layak,” papar Boedyo.
Skema bantuan lainnya meliputi rumah subsidi FLPP bagi yang belum punya rumah, perbaikan RTLH bagi yang rumahnya rusak, hingga relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan berisiko. Semua ini, ditekankannya, dikerjakan secara kolektif.
“Semua ini kita lakukan sesarengan. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, pelaku usaha melalui CSR, hingga Baznas, dikemas dalam satu payung besar program Ngopeni Omah Nglakoni Sesarengan,” tegasnya.
Dukungan Tambahan untuk Kesejahteraan
Tak hanya fokus pada struktur fisik rumah, program ini juga dilengkapi dengan dukungan pendampingan untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya. Dalam kesempatan yang sama, diserahkan bantuan pemasangan listrik untuk ratusan rumah serta instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung usaha mikro kecil dan menengah setempat. Langkah ini menunjukkan pendekatan yang holistik, di mana rumah layak huni juga diharapkan menjadi titik awal pemberdayaan ekonomi keluarga.
Boedyo berharap program ini dapat dengan mudah diakses oleh masyarakat yang membutuhkan. “Ini adalah program solusi. Monggo masyarakat ikut menyebarluaskan dan segera berkonsultasi jika memiliki persoalan perumahan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Buronan Interpol Bos Mafia Skotlandia Ditangkap di Bandara Bali
YLBHI Desak Kasus Penyiksaan Andrie Yunus Ditangani Peradilan Umum, Bukan Militer
Oknum Serka ATP Diduga Jadi Calo Penerimaan Prajurit di Maluku Tengah
WFH Jumat Resmi Berlaku untuk ASN, Sektor Vital Tetap Wajib ke Kantor