Sejak pindah ke Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), dunia lapas dan rutan ternyata tak cuma soal jeruji besi. Ada geliat lain yang mulai terasa: aktivitas bertani, beternak, dan berwirausaha. Gagasan ini digulirkan langsung oleh Menteri Imipas, Agus Andrianto, sebagai bagian dari program pembinaan bagi warga binaan.
Baru-baru ini, tepatnya Kamis (15/1/2026), Ditjenpas menggelar panen raya secara serentak di seluruh Indonesia. Hasilnya? Cukup mencengangkan.
Dari sektor pertanian dan perkebunan, terkumpul hampir 100 ton hasil bumi seperti padi, jagung, hingga kelapa. Sektor peternakan menyumbang lebih dari 4 ton ayam, bebek, kambing, dan domba. Sementara perikanan menghasilkan lebih dari 19 ton ikan lele, nila, patin, dan udang. Jika dijumlah, totalnya mencapai 123.557 kilogram.
Angka itu bukan sekadar statistik. Ia menunjukkan sebuah pergerakan.
Di sisi lain, Nusakambangan dipilih sebagai proyek percontohan. Di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Terbuka sana, Menteri Agus menjelaskan bahwa ide ini punya landasan yang kuat. Bukan muncul tiba-tiba. Setidaknya, ada empat faktor pendorong utamanya.
1. Lahan Menganggur dan Temuan BPK
Masalahnya berawal dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Banyak aset negara, khususnya lahan di bawah penguasaan kementerian, yang terbengkalai dan tidak dimanfaatkan.
Menteri Agus bercerita, kondisi itu ia jumpai saat pertama kali menjabat.
"Kami membangun ketahanan pangan kan kita selaraskan antara temuan-temuan yang kami inventarisasi pada saat awal kami menjabat. Banyak temuan lahan idle," kata Agus.
Contoh nyatanya ada di Nusakambangan. Lahan-lahan yang seharusnya steril justru digarap warga sekitar karena kurangnya pengawasan.
"Di Nusakambangan ini banyak lahan kita yang... karena tidak diawasi dengan baik, masyarakat berpotensi untuk melakukan penggarapan. Oleh karena itu, untuk mencegah itu supaya jangan meluas," ujarnya.
2. Menyelaraskan Pembinaan dengan Visi Nasional
Dari situlah ide muncul. Daripada dibiarkan, lahan-lahan itu harus bisa memberi manfaat dan mendukung tugas utama pemasyarakatan. Menteri Agus lalu menyelaraskannya dengan program Asta Cita pemerintah, terutama di pilah ketahanan pangan dan UMKM.
Ia ingin ada efek berantai. Produk dari lapas tak boleh cuma jadi pajangan di acara seremonial. Mereka harus sampai ke pasar. Tujuannya ganda: membangun kepercayaan diri warga binaan dan menciptakan kemandirian.
Artikel Terkait
Dirjen Imigrasi Baru Tegaskan Pentingnya Baca Arah Pikiran Presiden Prabowo
Wapres Gibran Dukung Penyelidikan Tuntas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Presiden Korea Selatan Sampaikan Belasungkawa Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon
Awkarin Bikin Heboh dengan Unggahan Test Pack Positif