Presiden Korea Selatan Sampaikan Belasungkawa Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

- Rabu, 01 April 2026 | 15:05 WIB
Presiden Korea Selatan Sampaikan Belasungkawa Atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung tak hanya membahas kerja sama bilateral dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menyampaikan duka yang mendalam. Rupanya, perhatiannya tertuju pada insiden memilukan yang menimpa pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon.

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada anggota militer Indonesia yang berpartisipasi dalam operasi perdamaian di Lebanon yang telah meninggal dunia akibat ledakan," ujar Presiden Lee.

Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan Biro Sekretariat Presiden, Rabu (1/4/2026).

Di sisi lain, Lee tak lupa menyoroti kepemimpinan Prabowo. Ia menghormati cara Presiden Indonesia itu dalam memahami dinamika global yang kompleks. Pertemuan kenegaraan ini, baginya, punya arti penting. Bukan cuma untuk mempererat hubungan kedua negara, tapi juga menegaskan peran mereka sebagai kekuatan menengah yang menjaga stabilitas dunia.

"Atas nama rakyat Korea, saya menyambut kunjungan kenegaraan Yang Terhormat Presiden Prabowo ke Korea," sambutnya.

Ia menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kemitraan strategis itu ke depannya.

Korban Jiwa dalam Misi Perdamaian

Belasungkawa itu ditujukan untuk tiga prajurit TNI yang gugur. Insidennya terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan.

Pertama, pada Minggu (29/03), seorang prajurit bernama Farizal Rhomadhon meninggal dunia. Praka Farizal ini adalah bagian dari pasukan UNIFIL, tepatnya Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S. Ledakan di hari yang sama juga membuat tiga rekannya cedera: Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Namun duka belum berhenti di situ.

Keesokan harinya, Senin (30/3), TNI mengonfirmasi kabar buruk lagi. Dua prajurit tambahan dinyatakan gugur di wilayah penugasan UNIFIL yang sama. Mereka adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Bersamaan dengan itu, dua prajurit lain mengalami luka-luka, yaitu Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto.

Sebuah rentetan peristiwa yang jelas meninggalkan luka mendalam bagi korps perdamaian Indonesia.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar