Catatan Akhir Tahun Polda Jawa Tengah: Kriminalitas Turun, Lalu Lintas Masih Jadi Tantangan
Polda Jawa Tengah baru saja merilis laporan kinerja mereka sepanjang 2025. Intinya? Angka kriminalitas dan gangguan keamanan-ketertiban umum (kamtibmas) berhasil ditekan. Kabar baik ini disampaikan dalam jumpa pers akhir tahun di Gedung Borobudur Mapolda, Senin siang lalu.
Acara yang digelar pukul satu siang itu dipimpin langsung oleh Kabid Humas, Kombes Pol Artanto. Dia tampil didampingi sejumlah pejabat utama, mulai dari Dirresnarkoba, Dirreskrimum, sampai Dirlantas dan Dirsamapta. Suasana di ruangan terasa cukup optimis.
Dalam sambutannya, Artanto tak lupa mengucapkan terima kasih. Apresiasi itu ditujukan kepada masyarakat, TNI, pemerintah daerah, dan tentu saja rekan-rekan pers. Menurutnya, sinergi dari semua pihak inilah yang bikin kondisi di Jateng sepanjang tahun ini tetap kondusif.
"Ini kan hasil kerja bersama, bukan cuma polisi saja. Tapi, kami juga minta maaf kalau masih ada kekurangan. Itu semua jadi bahan evaluasi kami untuk pelayanan ke depan," ujar Artanto.
Pernyataan itu dia sampaikan melalui keterangan tertulis yang diterima media pada Selasa (30/12).
Nah, soal data, Artanto membeberkan beberapa poin kunci. Secara umum, gangguan kamtibmas di wilayah hukumnya memang menurun. Penurunan yang cukup signifikan terlihat pada kejahatan konvensional. Yang menggembirakan, tingkat penyelesaian kasusnya juga tinggi.
Di sisi lain, prestasi di bidang narkoba juga cukup mentereng. Ribuan kasus berhasil diungkap dengan barang bukti narkotika yang jumlahnya fantastis. Polda Jateng mengklaim upaya mereka ini menyelamatkan ratusan ribu jiwa dari bahaya narkoba. Pendekatannya pun tak cuma penindakan, tapi lebih ditekankan pada rehabilitasi dan pencegahan sejak dini.
Tapi, tidak semua berita berwarna cerah. Di sektor lalu lintas, misalnya. Jumlah kecelakaan justru naik. Meski begitu, ada secercah harapan: angka korban meninggal dunia berhasil ditekan. Artanto mengaitkan penurunan korban jiwa ini dengan upaya preventif yang digenjot. Edukasi dan sosialisasi gencar dilakukan, begitu pula dengan optimalisasi ETLE.
"Ini sekaligus jadi bukti bahwa kesadaran masyarakat untuk keselamatan berlalu lintas mulai meningkat," imbuhnya.
Laporan ini, pada akhirnya, seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi, ada capaian yang patut diapresiasi. Di sisi lain, masih ada pekerjaan rumah yang menanti di tahun-tahun mendatang, terutama soal menekan angka kecelakaan itu sendiri. Tantangannya tetap nyata.
Disarikan dari laporan resmi dan konferensi pers Polda Jawa Tengah, akhir Desember 2025.
Artikel Terkait
Warga Tanam Pisang dan Padi di Jalan Rusak Parah sebagai Aksi Protes Janji Gubernur Banten
Briptu Fawwaz Cetak Rekor Dunia dan Asia di Kejuaraan Menembak Asian Rifle/Pistol 2026
Mantan Kepala Desa Bogor Ditusuk Usai Salat Jumat, Pelaku Diamankan Warga
Malut United Hadapi Persijap di BRI Super League, Duel Krusial di Ternate