Di aula yang ramai di Kantor Kemenimipas, Rabu (1/4) lalu, Hendarsam Marantoko berbicara tentang tugas barunya. Ia baru saja dilantik sebagai Dirjen Imigrasi, dan pidato pertamanya langsung menyinggung hal yang cukup mendasar. Menurutnya, pekerjaan di Imigrasi itu punya keunikan tersendiri. Tidak cuma sekadar urusan teknis administratif, tapi lebih dari itu.
"Direktorat Jenderal Imigrasi mempunyai kekhasan dan keunikan. Tidak hanya sebagai pelaksana teknis saja, tapi harus bisa memberikan atau membaca alam pikir daripada Pak Presiden," ujar Hendarsam.
Ia menekankan, bagi jajarannya, memahami arah pikiran Presiden Prabowo Subianto dalam menyikapi dinamika global adalah sebuah keharusan. Soalnya, Imigrasi kan ujung tombak. Mereka yang mengawasi siapa saja yang masuk dan keluar Indonesia, sekaligus menjaga kedaulatan negara di perbatasan. Kepekaan terhadap situasi dunia, menurut Hendarsam, adalah kunci.
Nah, terkait dengan arahan presiden, Hendarsam juga menyoroti soal Asta Cita. Rencana kerja pemerintah itu, katanya, akan jadi kompas. Menteri Agus Andrianto konon sudah menetapkan 15 program aksi kerja untuk tahun 2026 sebagai turunannya. Dan yang menarik, tujuh program di antaranya masuk ranah keimigrasian.
"Tentunya sebagai Dirjen Imigrasi yang baru, kami tidak akan keluar dari koridor tersebut," tegasnya. Salah satu fokusnya adalah reformasi hukum, yang merupakan bagian dari Asta Cita itu tadi.
Pelantikannya sendiri berlangsung pagi itu, berdasarkan surat keputusan presiden. Acaranya dihadiri banyak orang. Para pejabat tinggi di lingkungan Kemenimipas, tentu saja, memenuhi aula. Tapi yang bikin suasana agak berbeda adalah kehadiran beberapa tamu undangan.
Mata saya menangkap beberapa wajah familiar di antara kerumunan. Ada Novel Baswedan, mantan penyidik KPK itu. Lalu, Haris Azhar dari Lokataru Foundation dan Yudi Purnomo, eks Ketua Wadah Pegawai KPK, juga terlihat duduk di barisan tamu. Mereka menyaksikan langsung prosesi pengambilan sumpah jabatan.
Tak ketinggalan, sejumlah anggota DPR dari berbagai komisi hadir memberikan dukungan. Mulai dari Ketua Komisi III Habiburokhman, beberapa wakil ketua komisi, hingga perwakilan dari Kepolisian dan kalangan advokat seperti Saor Siagian. Rupanya, momen pergantian pucuk pimpinan di tubuh Imigrasi ini menarik perhatian banyak kalangan.
Artikel Terkait
Penelitian Ungkap Alasan Ilmiah Kursi Tengah di Bus Sering Kosong Meski Banyak Penumpang Berdiri
Pemprov Banten Kembali Raih Opini WTP dari BPK untuk Kesepuluh Kalinya Berturut-turut
Tentara Israel Tewas Akibat Serangan Drone Hizbullah, Korban Jiwa di Perbatasan Lebanon Jadi 24 Orang
Lebih dari 16 Ribu Warga Padati Ragunan saat Libur Panjang Idul Adha