Oknum TNI dan Driver Ojol Berdamai Usai Kasus Penganiayaan di Kembangan

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:55 WIB
Oknum TNI dan Driver Ojol Berdamai Usai Kasus Penganiayaan di Kembangan

Keterlambatan itu rupanya memicu emosi si pemesan. Menurut Hasan, pelaku mengaku kalau tindakannya didorong rasa kesal. “Katanya sih memang karena atas dasar emosi saja, karena capek pulang kerja dan istrinya sedang sakit,” ungkap Hasan.

Di sisi lain, Hasan bisa memahami situasi pelaku, meski tak membenarkan tindak kekerasannya. “Bapaknya pulang kerja capek juga, makanya bapaknya emosi karena istrinya sedang sakit tapi tukang pijitnya enggak datang-datang karena salah alamat,” jelasnya. Simpang siur alamat itu membuat mereka terlambat lama sekali.

Kini, setelah semuanya selesai, Hasan menyampaikan rasa terima kasihnya. “Yang jelas pertama saya mengucapkan terima kasih berkat semua yang bantu menyuarakan, berkat media juga akhirnya bisa selesai masalahnya,” kata dia. Harapannya sederhana: insiden serupa tak terulang lagi di jalanan.

Sebagai catatan, kronologi awalnya memang rumit. Setiba di jalan yang dituju, N ternyata tak paham jalan menuju rumah tujuan. Hasan pun memintanya menghubungi pelanggan. Bukannya mendapat petunjuk, N justru dimaki-maki oleh suami si pemesan di telepon. Dari situlah ketegangan mulai meruncing, dan berujung pada insiden yang kini sudah didamaikan itu.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar