Kasus penganiayaan terhadap seorang driver ojek online di Kembangan, Jakarta Barat, akhirnya menemui titik terang. Kedua belah pihak sepakat berdamai. Oknum anggota TNI yang menjadi pelaku telah meminta maaf secara langsung kepada korban, lengkap dengan pemberian ganti rugi dan biaya pengobatan.
“Pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Sudah memberikan ganti-rugi dan biaya pengobatan juga,” ujar Hasan, sang driver ojol berusia 26 tahun.
Mediasi yang difasilitasi kepolisian pada Senin malam lalu berjalan lancar. Hasilnya, Hasan memilih untuk mencabut laporannya dan memaafkan. “Alhamdulillah semalam sudah ketemu sama pelaku, sudah 'clear', damai di tempat,” tuturnya, lega.
Semua ini berawal dari sebuah pesanan yang berantakan, Rabu pekan lalu. Malam itu, Hasan mendapat orderan mengantar seorang wanita, N, yang berprofesi sebagai tukang pijat. Tujuannya adalah rumah istri si oknum anggota TNI. Tapi masalah muncul: titik lokasi di aplikasi ternyata meleset. Mereka berputar-putar, bingung mencari alamat yang benar.
Keterlambatan itu rupanya memicu emosi si pemesan. Menurut Hasan, pelaku mengaku kalau tindakannya didorong rasa kesal. “Katanya sih memang karena atas dasar emosi saja, karena capek pulang kerja dan istrinya sedang sakit,” ungkap Hasan.
Di sisi lain, Hasan bisa memahami situasi pelaku, meski tak membenarkan tindak kekerasannya. “Bapaknya pulang kerja capek juga, makanya bapaknya emosi karena istrinya sedang sakit tapi tukang pijitnya enggak datang-datang karena salah alamat,” jelasnya. Simpang siur alamat itu membuat mereka terlambat lama sekali.
Kini, setelah semuanya selesai, Hasan menyampaikan rasa terima kasihnya. “Yang jelas pertama saya mengucapkan terima kasih berkat semua yang bantu menyuarakan, berkat media juga akhirnya bisa selesai masalahnya,” kata dia. Harapannya sederhana: insiden serupa tak terulang lagi di jalanan.
Sebagai catatan, kronologi awalnya memang rumit. Setiba di jalan yang dituju, N ternyata tak paham jalan menuju rumah tujuan. Hasan pun memintanya menghubungi pelanggan. Bukannya mendapat petunjuk, N justru dimaki-maki oleh suami si pemesan di telepon. Dari situlah ketegangan mulai meruncing, dan berujung pada insiden yang kini sudah didamaikan itu.
Artikel Terkait
Panen Raya di Lapas Hasilkan 123 Ton Produk Pangan dan Ternak
Daryono Mundur dari Jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG
Gubernur Sumut Sebut Pejabat yang Mundur Mayoritas Berkinerja Buruk
Prabowo Tegaskan Isu Lingkungan Bagian dari Ketertiban Publik, Polda Riau Sudah Jalankan Green Policing