"Katanya sih memang karena atas dasar emosi saja, karena capek pulang kerja dan istrinya sedang sakit," ungkapnya.
Konflik mulai muncul terkait dengan penumpang yang diantar Hasan, seorang wanita berinisial N yang ternyata adalah tukang pijat langganan istri pelaku. Kedatangan N untuk memijat terhambat karena ketidakakuratan titik lokasi yang tertera di aplikasi pemesanan, sehingga mereka sempat berputar-putar mencari alamat yang tepat.
"Jadi beliau Ibu Nur ini yang saya antar adalah tukang pijit langganan dari istrinya. Istrinya sedang sakit," kata dia.
Kombinasi antara kelelahan, kekhawatiran terhadap kondisi istri, dan kendala teknis yang menghambat proses pemijatan diduga menjadi pemicu luapan emosi yang berujung pada tindakan kekerasan.
"Bapaknya pulang kerja capek juga, makanya bapaknya emosi karena istrinya sedang sakit tapi tukang pijitnya enggak datang-datang karena salah alamat," lanjut Hasan.
Penyelesaian Setelah Viral
Hasan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang turut membantu mempercepat penyelesaian kasus ini. Ia menilai, proses mediasi dan penyelesaian berjalan lebih cepat setelah kasusnya mendapatkan perhatian luas di platform media sosial.
Dengan ditandatanganinya kesepakatan damai, kasus yang sempat menyita perhatian publik ini resmi ditutup, mengedepankan jalan kekeluargaan di atas proses hukum formal.
Artikel Terkait
Diplomat PBB Mundur, Klaim Badan Dunia Siapkan Skenario Nuklir untuk Iran
Verifikasi Data 11 Juta Penerima Bantuan JKN Capai 98 Persen
Monas Perpanjang Jam Operasional hingga Pukul 22.00 di Akhir Pekan
Kemiskinan dan Pengangguran di Jabar Turun pada 2025, Capaian Pembangunan Meningkat