Kasus Penganiayaan Ojol oleh Oknum TNI di Jakbar Diselesaikan Lewat Mediasi Damai

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:20 WIB
Kasus Penganiayaan Ojol oleh Oknum TNI di Jakbar Diselesaikan Lewat Mediasi Damai

MURIANETWORK.COM - Sebuah kasus dugaan penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan (26) oleh oknum anggota TNI di Kembangan, Jakarta Barat, telah diselesaikan secara damai. Penyelesaian ini dicapai melalui jalur mediasi kekeluargaan yang difasilitasi oleh kepolisian, setelah sebelumnya kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Mediasi Berujung Damai

Pertemuan antara korban dan pelaku akhirnya terlaksana, menandai berakhirnya perselisihan tersebut. Hasan menyatakan persoalan itu telah selesai dan kedua belah pihak sepakat berdamai.

"Alhamdulillah semalam sudah ketemu sama pelaku, sudah 'clear' (jelas), damai di tempat," tutur Hasan.

Dalam proses mediasi yang digelar pada Senin malam, Hasan secara resmi mencabut laporannya dan memberikan maaf. Di sisi lain, pelaku mengakui perbuatannya serta telah memberikan ganti rugi dan biaya pengobatan kepada korban.

"Pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Sudah memberikan ganti-rugi dan biaya pengobatan juga," jelas Hasan.

Pemicu Emosi di Balik Insiden

Menurut penuturan Hasan, insiden penganiayaan yang terjadi pada Rabu malam itu dipicu oleh kondisi emosional pelaku. Saat kejadian, istri pelaku sedang dalam keadaan sakit, dan pelaku sendiri baru pulang kerja dalam keadaan lelah.

"Katanya sih memang karena atas dasar emosi saja, karena capek pulang kerja dan istrinya sedang sakit," ungkapnya.

Konflik mulai muncul terkait dengan penumpang yang diantar Hasan, seorang wanita berinisial N yang ternyata adalah tukang pijat langganan istri pelaku. Kedatangan N untuk memijat terhambat karena ketidakakuratan titik lokasi yang tertera di aplikasi pemesanan, sehingga mereka sempat berputar-putar mencari alamat yang tepat.

"Jadi beliau Ibu Nur ini yang saya antar adalah tukang pijit langganan dari istrinya. Istrinya sedang sakit," kata dia.

Kombinasi antara kelelahan, kekhawatiran terhadap kondisi istri, dan kendala teknis yang menghambat proses pemijatan diduga menjadi pemicu luapan emosi yang berujung pada tindakan kekerasan.

"Bapaknya pulang kerja capek juga, makanya bapaknya emosi karena istrinya sedang sakit tapi tukang pijitnya enggak datang-datang karena salah alamat," lanjut Hasan.

Penyelesaian Setelah Viral

Hasan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada semua pihak yang turut membantu mempercepat penyelesaian kasus ini. Ia menilai, proses mediasi dan penyelesaian berjalan lebih cepat setelah kasusnya mendapatkan perhatian luas di platform media sosial.

Dengan ditandatanganinya kesepakatan damai, kasus yang sempat menyita perhatian publik ini resmi ditutup, mengedepankan jalan kekeluargaan di atas proses hukum formal.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar