MURIANETWORK.COM - Sebuah kasus dugaan penganiayaan terhadap pengemudi ojek online (ojol) bernama Hasan (26) oleh oknum anggota TNI di Kembangan, Jakarta Barat, telah diselesaikan secara damai. Penyelesaian ini dicapai melalui jalur mediasi kekeluargaan yang difasilitasi oleh kepolisian, setelah sebelumnya kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Mediasi Berujung Damai
Pertemuan antara korban dan pelaku akhirnya terlaksana, menandai berakhirnya perselisihan tersebut. Hasan menyatakan persoalan itu telah selesai dan kedua belah pihak sepakat berdamai.
"Alhamdulillah semalam sudah ketemu sama pelaku, sudah 'clear' (jelas), damai di tempat," tutur Hasan.
Dalam proses mediasi yang digelar pada Senin malam, Hasan secara resmi mencabut laporannya dan memberikan maaf. Di sisi lain, pelaku mengakui perbuatannya serta telah memberikan ganti rugi dan biaya pengobatan kepada korban.
"Pelaku mengakui perbuatannya dan meminta maaf. Sudah memberikan ganti-rugi dan biaya pengobatan juga," jelas Hasan.
Pemicu Emosi di Balik Insiden
Menurut penuturan Hasan, insiden penganiayaan yang terjadi pada Rabu malam itu dipicu oleh kondisi emosional pelaku. Saat kejadian, istri pelaku sedang dalam keadaan sakit, dan pelaku sendiri baru pulang kerja dalam keadaan lelah.
Artikel Terkait
Diplomat PBB Mundur, Klaim Badan Dunia Siapkan Skenario Nuklir untuk Iran
Verifikasi Data 11 Juta Penerima Bantuan JKN Capai 98 Persen
Monas Perpanjang Jam Operasional hingga Pukul 22.00 di Akhir Pekan
Kemiskinan dan Pengangguran di Jabar Turun pada 2025, Capaian Pembangunan Meningkat