Banjir di Jember ternyata makin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, kini ada 10 kecamatan yang terendam, bertambah dari sebelumnya. Desa yang terdampak total mencapai 23 lokasi.
Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, memberikan keterangannya pada Sabtu (14/2/2026).
"Dari delapan menjadi 10 kecamatan yang dilanda banjir hasil asesmen dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember yang tersebar di 23 desa, namun alhamdulillah banjir kini sudah surut," ujarnya.
Penyebabnya tak lain adalah hujan deras yang mengguyur tanpa henti mulai Kamis sore hingga Jumat kemarin. Debit air sungai pun naik drastis, akhirnya meluber ke permukiman warga. Kecamatan-kecamatan seperti Panti, Sukorambi, hingga Puger tak bisa menghindar dari terjangan air.
Dampaknya sungguh serius. Sekitar 7.445 kepala keluarga harus merasakan langsung efek banjir ini. Rambipuji jadi wilayah terparah, dengan lebih dari 3.700 KK terdampak.
"Jumlah warga yang terdampak banjir mencapai 7.445 kepala keluarga (KK) dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Rambipuji sebanyak 3.774 KK," jelas Edi.
Artikel Terkait
Tim Hukum Klaim Identifikasi 16 Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus
Indodax Raih Dua Penghargaan Platform Kripto Terpercaya 2026
PBB Kecam RUU Hukuman Mati Israel, Sebut Kejam dan Diskriminatif
Gejolak Iran Ancam Rantai Pasok Industri, Harga BBM Dijamin Tak Naik