Banjir di Jember ternyata makin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, kini ada 10 kecamatan yang terendam, bertambah dari sebelumnya. Desa yang terdampak total mencapai 23 lokasi.
Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, memberikan keterangannya pada Sabtu (14/2/2026).
"Dari delapan menjadi 10 kecamatan yang dilanda banjir hasil asesmen dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember yang tersebar di 23 desa, namun alhamdulillah banjir kini sudah surut," ujarnya.
Penyebabnya tak lain adalah hujan deras yang mengguyur tanpa henti mulai Kamis sore hingga Jumat kemarin. Debit air sungai pun naik drastis, akhirnya meluber ke permukiman warga. Kecamatan-kecamatan seperti Panti, Sukorambi, hingga Puger tak bisa menghindar dari terjangan air.
Dampaknya sungguh serius. Sekitar 7.445 kepala keluarga harus merasakan langsung efek banjir ini. Rambipuji jadi wilayah terparah, dengan lebih dari 3.700 KK terdampak.
"Jumlah warga yang terdampak banjir mencapai 7.445 kepala keluarga (KK) dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Rambipuji sebanyak 3.774 KK," jelas Edi.
Di balik angka-angka itu, ada kelompok rentan yang paling menderita. Setidaknya 74 balita, 82 lansia, dan 4 penyandang disabilitas termasuk di dalamnya. Lebih menyedihkan lagi, satu nyawa melayang. Adalah Siti Nurfadila (55), warga Desa Kaliwining, yang meninggal karena tersengat listrik saat membersihkan rumahnya pada Kamis malam.
Kerusakan infrastruktur juga cukup parah. Bayangkan, 11 rumah rusak, tiga jembatan ambruk, bahkan masjid dan balai desa pun tak luput. Satu ponpes, sekolah TK dan SD, serta TPQ terendam banjir. Dua belas speedboat milik warga pun hilang terbawa arus deras.
Warga sempat mengungsi, mencapai 557 jiwa. Mereka tersebar di beberapa titik pengungsian. Tapi sekarang, kata Edi, mereka sudah mulai pulang. Tugas berat membersihkan rumah dari lumpur dan kerusakan kini menjadi prioritas.
"Saat banjir menerjang, warga juga sempat mengungsi, yakni mencapai 557 jiwa yang tersebar di beberapa lokasi, namun hari ini semua warga sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumahnya pascabanjir," tambahnya.
Di sisi lain, penanganan sudah dilakukan. BPBD Jember bersama instansi terkait bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik ke titik-titik terdampak di sepuluh kecamatan tadi.
Meski banjir sudah surut, kewaspadaan tak boleh kendur. Edi Budi Susilo mengingatkan, cuaca ekstrem diprediksi masih akan berlanjut hingga 20 Februari mendatang menurut rilis BMKG. Warga Jember diharap tetap siaga, karena alam kadang tak bisa ditebak.
Artikel Terkait
Insanul Fahmi Pasrah, Serahkan Inisiatif Gugatan Cerai kepada Wardatina Mawa
Pedagang Bandeng di Rawa Belong Raup Omzet Rp15 Juta per Pekan Jelang Imlek
Daftar Twibbon Gratis untuk Rayakan Valentine 2026
Ribut-Ribut di Pintu Masuk, Antusiasme Pembeli Emas Picu Ricuh di Jewellery Fair Jakarta